Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kepala Rutan Salemba akui kecolongan kaburnya napi Anwar

Kepala Rutan Salemba akui kecolongan kaburnya napi Anwar Ilustrasi Narapidana. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Narapidana kasus pencabulan dan pemerkosaan anak di bawah umur, Anwar bin Kiman kabur dari rumah tahanan (rutan) Salemba di hari kedua lebaran, Kamis (7/7) lalu. Kepala Rutan Salemba, Satrio Waluyo mengakui bahwa pihaknya lalai atas kejadian itu.

Anwar kabur dengan menggunakan kerudung agar dapat menyamar sebagai wanita dan kabur melalui pintu depan. Menurut Satrio, pada Lebaran hari kedua itu, memang banyak pengunjung. Membludaknya para pengunjung tersebut dimanfaatkan oleh Anwar untuk kabur dengan menggunakan jilbab.

"Kejadiannya sore, saat itu tenaga kita sudah terkuras semua karena dari pagi, kita lengah juga karena banyaknya pengunjung hari itu," ungkap Satrio saat dikonfirmasi, Senin (11/7).

Dia mengungkapkan, ketika kejadian pengunjung rutan tercatat mencapai 3.800 orang. Sedangkan, jumlah petugas hanya mencapai 70 orang. "Terus terang kita juga memiliki keterbatasan," jelasnya.

Anwar diketahui kabur sekitar pukul 15.30 WIB. Dia memanfaatkan lemahnya tenaga para petugas akibat pengunjung begitu membludak.

Kaburnya Anwar dari rutan Salemba membuat pukulan berat bagi Satrio sebagai kepala rutan Salemba.

"Apa boleh buat, kejadian itu pukulan berat buat saya dan pekerjaan rumah buat saya. Upaya kami menangkap kembali Anwar, dia masih kita kejar di daerah Jawa Barat," tutupnya.

Diketahui, Anwar merupakan napi kasus pencabulan yang sudah divonis seumur hidup. Hingga kini polisi masih terus memburu Anwar yang diduga kabur ke Jawa Barat. Sedangkan istri Anwar ditetapkan sebagai tersangka karena diduga membantu kabur tahanan. (mdk/ang)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP