Kepala BNPT sebut kelompok Santoso lemah karena kelaparan
Merdeka.com - Polisi masih terus memburu kelompok teroris Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso. Dua orang diduga anggota kelompok Santoso ditangkap di Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Jumat (15/4). Keduanya mengaku kelaparan dan meminta makan pada polisi saat hendak diperiksa.
Bukan kali ini saja anggota kelompok Santoso tertangkap karena kelaparan. Pada Senin (21/3), polisi menangkap anggota kelompok Santoso saat mencuri di kebun warga di Desa Watu Tau, Kecamatan Napu, Poso. Mereka tak kuat menahan lapar dan membuat mereka keluar dari persembunyian.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Tito Karnavian mengatakan, kedua orang yang ditangkap kemarin terpisah dari kelompok Santoso karena kelaparan.
"Yang dibawa ini (tertangkap), kelaparan mau curi makanan masyarakat. Jadi yang tadinya 29 orang, jadi 27 sekarang," ujar Tito saat menghadiri HUT Kopasus Ke-64, di Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (16/4).
Tito menegaskan, 27 orang kelompok Santoso kini sudah terpecah-pecah. "Dua minggu lalu ada kontak dan korban dari Santoso, kemudian kelompok itu terpecah dalam beberapa kelompok. Yang 27 orang itu terpecah semua," katanya.
Tak hanya terpecah-pecah, kelompok Santoso juga disebut-sebut telah kehabisan bahan makanan. Santoso pun kini tinggal bersama tujuh anak buahnya. "Yang ikut dengan Santoso hanya tujuh orang. Mereka kehilangan logistik, mereka sudah terkepung dan melemah, sangat melemah," tegasnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya