Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kepala BNPT Ingatkan Bahaya Penyebaran Paham Radikal Terorisme

Kepala BNPT Ingatkan Bahaya Penyebaran Paham Radikal Terorisme Kepala BNPT di markas Korpaskhas. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Suhardi Alius mengingatkan kepada calon pemimpin di institusi TNI dan Polri agar responsif terhadap penyebaran paham radikal terorisme. Mereka juga harus paham menangani masalah isu intoleransi.

"Harus aware, tidak boleh underestimate terhadap semua permasalahan bangsa ini. Diharapkan ke depannya menjadi calon-calon pimpinan TNI maupun Polri yang betul berkualitas, mengerti dinamika perkembangan masalah," ujar Suhardi dalam keterangannya, Selasa (29/10).

Suhardi menyampaikan ini saat memberikan kuliah umum bahaya penyebaran paham radikal terorisme dengan tema 'Strategi Pemberdayaan Mayarakat dalam Penanggulangan Terorisme' terhadap 62 Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) di Gedung Perkuliahan PTIK STIK, Jakarta.

Menurut mantan Kabareskrim Polri ini, para Pasis Sespimti nantinya harus bisa menjaga masyarakat dari pengaruh bahaya paham radikal terorisme. "Karena kalau dia sudah tahu persis masalah yang dideteksi, maka dia bisa memberikan treatment siapa saja yang mungkin terpapar, tahu cara bertindak dan cara menangani dengan baik" tuturnya.

Jika seluruh permasalahan tersebut sudah dipahami, lanjutnya, tinggal bagaimana para Pasis Sespimti ini nantinya bisa memberdayakan seluruh komponen yang ada baik di masyarakat maupun negara.

"Harus diberdayakan semua, pemberdayaan masyarakat seperti tema yang sekarang pemberdayaan masyarakat. Apa yang berbahaya untuk masyarakat, bagaimana cara menghindarinya, lalu dikasih treatment itu. Sehingga masyarakat betul-betul punya kualitas yang baik dalam rangka berkompetisi," tuturnya.

Suhardi juga meminta kepada para Pasis Sespimti ini untuk membekali dirinya dengan moral dan akhlak mulia. "Jangan resisten terhadap koreksi dari anak buah dan juga lingkungan masyarakat sekitar. Semuanya juga harus menggunakan hati. Jangan kalian jadi pemimpin yang tidak memiliki moral. Orang hebat tidak lahir dari kemudahan fasilitas, tetapi dengan kerja keras," tandasnya.

Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Sespim Polri, Irjen Prasta Wahyu Hidayat mengatakan perlu mengundang Kepala BNPT untuk memberikan pembekalan dan pengetahuan secara utuh mengenai bahaya penyebaran paham radikal terorisme.

"Kami ingin para Pasis Sespimti ini untuk mendapat arahan dari Kepala BNPT. Di mana para siswa calon pimpinan di negara ini harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang utuh tentang bahayanya ancaman terorisme," tuturnya.

Seperti diketahui, Pendidikan Reguler Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Dikreg Sespimti) Sespim Lemdiklat Polri ke-28 T.A. 2019 ini diikuti sebanyak 62 orang Pasis yang terdiri dari 50 orang dari institusi Polri dan 12 orang lainnya dari unsur TNI baik dari Angkatan Darat, Laut dan Udara yang masing-masing matra terdiri dari empat orang Pasis.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP