Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kepala BNPT: Dulu teroris sasar yang berbau AS, sekarang semuanya

Kepala BNPT: Dulu teroris sasar yang berbau AS, sekarang semuanya Kemenkumham gandeng BNPT perkuat penanggulangan teroris. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius menyatakan pihaknya terus melakukan inovasi dalam menangani masalah terorisme di tanah air. Salah satunya menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) sistem keamanan objek vital nasional bidang energi dan sumber daya mineral sub bidang mineral dan batubara dalam menghadapi ancaman terorisme.

"Kalau dulu mereka menyasar apa-apa yang berbau Amerika Serikat, sekarang semuanya disasar. Tidak hanya aparat, 'obvitnas' pun bisa menjadi target mereka. Intinya, mereka selalu mencari titik lemah kita," kata Suhardi dikutip dari Antara, Kamis (19/7).

Salah satu objek vital nasional yang menjadi perhatian BNPT adalah tambang mineral dan batu bara yang peran penting dalam sistem perekonomian di Indonesia. Batu bara saat ini banyak digunakan untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

"Kita harus menyiapkan langkah pencegahan dan penanganannya Jangan sampai obvitnas tidak memiliki SOP karena kalau terjadi serangan ongkosnya sangat mahal," katanya.

Menurut dia SOP itu dibuat untuk menghadapi kemungkinan terjadi serangan teror terhadap pertambangan. Pembuatan SOP itu melibatkan seluruh pemangku kepentingan bidang pertambangan.

"Dengan adanya SOP ini kita tidak terdadak bila terjadi sesuatu karena sudah ada SOP penanganannya. Perlu saya tegaskan bahwa pencegahan akan lebih bagus daripada harus mendapat serangan," ujarnya.

Ia mengatakan SOP ini akan menjadi gambaran dan panduan serta berlaku pada saat tertentu. SOP ini akan terus berkembang sesuai dengan modus operandinya.

"Intinya, BNPT ingin memberikan SOP yang terbaik sehingga obvitnas subbidang mineral dan batu bara jangan sampai terganggu oleh aksi terorisme," katanya dalam sosialisasi yang diikuti perwakilan dari Kementerian ESDM, Kepolisian, TNI, dan berbagai perusahaan tambang mineral dan batu bara.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP