Kepala BNNP Malut terjaring razia, lagi menyamar atau kena apes?
Merdeka.com - Kepala BNNP Maluku Utara, Kombes Pol Elly Djalamaludin, terjaring razia gabungan saat berada di salah satu tempat karaoke, Senin (18/4). Saat razia diketahui Elly ditemani oleh seorang wanita penghibur.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso menganggap Elly sedang apes. "Dia sedang apes itu," kata Budi Waseso di Gedung BNN, Jakarta Timur, Kemarin.
Waseso menjelaskan Elly memang tidak tahu kalau ada razia di tempat itu. Sehingga Elly kaget akan adanya razia.
"Jadi yang bersangkutan tidak ada di surat itu. Dia tak tahu ada pemeriksaan. Artinya tidak ada hubungan pelaksanaan dalam tugas dia dengan keberadaannya di situ," tukas Waseso.
Elly pun sudah menjalani proses pemeriksaan. Jika terbukti bersalah, Waseso bakal memecat Elly.
"Nah ini sedang didalami untuk dilakukan pemeriksaan sampai besok. Namun demikian saya sudah keluarkan sprint (surat perintah) penonaktifan dalam rangka pemeriksaan. Jika nantinya dia misalnya terbukti menggunakan narkoba, maka sanksi tegas pemecatan akan dilayangkan bahkan hingga ke meja pengadilan," paparnya.
Dalam hal ini, lanjut Waseso, BNN sudah memeriksa saksi anggota yang melakukan razia saat itu. Di antaranya dari anggota TNI, Polri, dan BNNP yang ikut kegiatan operasi gabungan.
"Intinya setelah razia itu, kasus langsung dilimpahkan ke kami dan langsung kami selidiki sampai tuntas. Dan untuk operasi ini, hingga hari ini masih terus dilakukan oleh tim anggota ini baik pihak kami maupun TNI-Polri," terangnya.
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Elly telah mengkhianati dan melanggar Kode Etik BNN maupun anggota Polri.
"Apa yang dia lakukan itu telah melanggar kode etik dan mengkhianati instansi," tegas Waseso. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya