Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kepala BNN: Kebakaran Rutan Bengkulu, napi bakar barang bukti sabu

Kepala BNN: Kebakaran Rutan Bengkulu, napi bakar barang bukti sabu Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Noviadi. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Kebakaran di rumah tahanan (Rutan) Negara Malabero, Kelurahan Sumur Meleleh, Kota Bengkulu, pada Jumat (25/3), berawal dari penggeledahan yang dilakukan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN). Petugas BNN mengetahui ada jaringan narkotika yang dikendalikan di dalam Lapas. Ketika dilakukan penggeledahan, para narapidana melakukan perlawanan.

"Para Napi di Lapas itu tadinya mau membakar barang bukti jenis sabu itu di dalam Rumah Tahanan (rutan). Itu cara mereka menghilangkan barang bukti saat kami akan melakukan penggeledahan disana," ujar Kepala BNN Budi Waseso di kantornya, Senin (28/3).

Budi Waseso menegaskan, narapidana sudah merencanakan membakar barang bukti. "Katanya di TV reaksi spontan. Tidak. Ini sudah direncanakan oleh jaringan di Lapas itu supaya penggeledahan kedua tidak terjadi. Rencana awal mereka hanya mau membakar barang bukti yang ada di kamar empat, jadi kebakar semua. Maka terjadilah kebakaran itu," tegasnya.

Budi Waseso menerangkan, BNN mengetahui adanya jaringan narkoba dalam lapas Bengkulu setelah tertangkapnya Fery, salah satu pengedar narkoba di Kabupaten Mukomuko. Pelaku diamankan beserta barang bukti 5 gram paket sabu. Dia mengaku mendapat sabu dari perempuan bernama Wayan.

BNN langsung bergerak meringkus Wayan. Dari pengakuan Wayan, dia mendapat sabu dari narapidana Lapas Malabero bernama Aseng.

"Napi Aseng ini ternyata suami dari tersangka Wayan. Jadi ini pasutri suami di Lapas dan istri di luar, dari situ mereka melakukan jaringan narkoba ini. Jaringan yang dikendalikan di Lapas Ini sudah melakukan pengedaran narkoba. Akhirnya kami bekerja sama di Polres dan Polda setempat untuk mengungkap jaringan narkotika tersebut," kata dia.

Sebelumnya, terjadi kekisruhan di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Malabero, Kelurahan Sumur Meleleh, Kota Bengkulu saat petugas BNNP Bengkulu melakukan pengeledahan terkait dugaan adanya jaringan narkoba dari dalam lapas. Kepala BNNP Bengkulu Budiharso mengatakan, penggeledahan di dalam rutan dilakukan setelah BNN menangkap pengedar narkoba.

"Memang itu adalah hasil pengembangan yang dari luar lapas, dari tersangka yang kami tangkap mengarahnya ke salah satu narapidana di rutan," kata Budiharso saat dihubungi merdeka.com,Jakarta, Sabtu (26/3).

"Akhirnya anggota BNN dengan Polda berkoordinasi dengan pihak Kemenkumham dan kepala rutan. Setelah itu mengambil narapidana di rutan dan mengamankan orang itu," tambahnya.

Namun, saat salah satu narapidana itu berhasil diamankan, tiba-tiba tahanan yang berada di dalam rutan mengamuk. Mereka melempari para anggota BNNP menggunakan benda tumpul seperti batu dan bambu.

"Saat diamankan tiba-tiba kami mendapat serangan dari para narapidana yang ada di rutan itu," ujarnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP