Kepala Basarnas prioritaskan evakuasi dan pencarian korban
Merdeka.com - Badan SAR Nasional (Basarnas) bersama relawan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memfokuskan diri pada pencarian dan proses evakuasi korban gempa Aceh. Kepala Basarnas Bambang Sulistyo mengatakan, proses evakuasi masih terus berjalan. Pencarian korban juga tidak berhenti.
"Kita enggak buat posko karena fokus utama pencarian korban dan evakuasi," ungkap Bambang saat ditemui di kantornya, Kemayoran, Rabu (7/12).
Dia mengakui, tidak mudah melakukan proses evakuasi dan pencarian korban gempa. Menurut Bambang, relawan dan petugas SAR serta BPBD mengalami kendala dalam proses evakuasi. "Reruntuhan yang ukurannya besar atau kecil yang menghambat proses evakuasi," ucapnya.
Pihaknya sudah menyiapkan posko di sekitar lokasi. Basarnas memastikan proses evakuasi akan dilakukan sampai tuntas, hingga tidak ada lagi korban yang tertimpa reruntuhan.
"Angka angka korban mungkin pasti berubah tapi kita harap tidak ada lagi korban," katanya.
Jumlah korban tewas akibat gempa 6,4 SR yang mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh hingga kini masih terus bertambah. Hingga pukul 13.00 Wib, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat terdapat 50 warga meninggal.
"Sejauh ini 50 orang meninggal," ujar Kasi Kedaruratan BPBD Kab. Pidie Jaya, Sulaiman saat dihubungi merdeka.com, Rabu (7/12).
Sulaiman mengungkapkan 50 korban berasal dari 3 kecamatan. "18 dari Trieng Gadeng, 27 Meureudu dan 5 Bandarbaru," jelasnya.
Sulaiman menjelaskan, sebagian besar korban meninggal lantaran tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa terjadi. Bahkan, di Kecamatan Meureudu terdapat satu keluarga tewas tertimpa reruntuhan bangunan.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya