Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kenapa yang jujur banyak orang kecil, bukan pejabat?

Kenapa yang jujur banyak orang kecil, bukan pejabat? Berani Jujur Hebat. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Orang kecil dengan penghasilan pas-pasan justru tak tergiur oleh harta yang mungkin bisa mengubah nasibnya. Mereka tak serakah memperkaya diri apalagi dengan cara-cara curang.

Mulyadi misalnya, seorang cleaning servis mengembalikan uang Rp 100 juta yang ditemukannya di Mall Kota Kasablanka. Dia juga menolak naik jabatan. Kisah serupa juga dilakukan oleh sopir taksi bernama Suharto.

Wakil Rektorat 1 Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar mengatakan orang kecil lebih jujur karena hidupnya sederhana. Mereka juga tak perlu uang banyak-banyak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, beda dengan para pejabat di negeri ini.

"Asal dapat pekerjaan, hidupi keluarga dan bisa sekolahkan anak sudah cukup," kata Musni saat berbincang dengan merdeka.com.

Sedangkan para elite, kata Musni, sudah terbiasa dengan gaya hidup mewah sehingga terkadang tak sesuai dengan penghasilannya. Bagi yang berkuasa kadang kala menyalahgunakan kekuasaan untuk raup keuntungan.

"Orang-orang gede terkontaminasi hidup yang hedonistik, mimpinya sangat tinggi sedangkan pendapatan belum tentu sesuai dengan mimpi yang ingin dicapai. Untuk wujudkan itu mereka salahgunakan kekuasaan, itu bedanya orang besar dan kecil," jelasnya.

Dalam pekerjaan, lanjut Musni, orang kecil dengan pendidikan yang tak terlalu tinggi berusaha sebaik mungkin dalam pekerjaan. "Tidak ada udang di balik pengabdian. Tapi pekerjaan para elite bukan mengabdi, tapi ada undang di balik batu," tuturnya.

Dalam beberapa kisah kejujuran, menurut Musni, orang-orang itu harus diapresiasi. "Sisihkan bagi anak-anak mereka, penghargaan penting jangan sampai tak ada penghargaan bagi orang jujur," tandasnya.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP