Kenapa pria normal risih dengan keberadaan kaum gay?
Merdeka.com - Keberadaan kaum homo atau gay di Indonesia masih dianggap tabu dan dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Hal itu lantaran pasangan gay sangat tidak lazim.
Namun, kebanyakan pria gay akan merasa yakin dengan jalan hidupnya karena sudah menemukan jati diri. Mereka akan tetap berperilaku sebagaimana mereka tanpa memperdulikan anggapan orang disekitar.
Dilansir dari Lovepanky.com, Minggu (14/6), perilaku homoseksual merupakan upaya mendekati normal, di mana mereka dipenuhi oleh hasrat cinta dan saling mengenal melalui keintiman seksual dengan sesama jenis. Ini lah yang membuat sebagian orang, terutama pria normal kerap merasa tidak nyaman jika berdekatan dengan kaum gay. Namun apa yang mendasari rasa tidak nyaman itu?
Homofobia atau ketakutan tak beralasan dari keengganan dan rasa diskriminasi terhadap homoseksual adalah hal yang menjadikan seseorang malas berada didekat kaum gay. Namun rasa tidak nyaman ini juga bisa diartikan sebagai ketidaksetujuan terhadap kaum LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender).
Terkadang, ada rasa risih yang dirasakan oleh pria normal ketika melihat dua gay tengah bersama. Sebab, para pria normal akan membayangkan bagaimana jika mereka menyentuh, mencium, dan menggenggam tangan seorang pria juga.
Namun, banyak alasan di balik keputusan seorang pria menjadi penyuka sesama jenis. Bisa saja keinginan mereka sebelum menjadi gay adalah menemukan tambatan hati.
"Bagi saya, menjadi gay berarti saya lebih memilih hubungan dengan laki-laki. Saya sudah pernah menjalin hubungan dengan wanita, tapi saya lebih suka menjalin hubungan dengan laki-laki. Keduanya memiliki seksual dan emosional," kata Scott Bidstrip, seorang penulis gay.
"Itulah yang membuat saya menjadi seorang gay. Jadi bagi kalian para heteroseksual yang pernah bereksperimen atau mengalami hal ini di masa lalu, tenang dan santai lah. Hanya karena anda pernah mengalaminya, bahkan jika anda juga menikmatinya, bukan berarti anda gay. Dan jika benar seorang gay, bukankah penting untuk mengenal diri anda sendiri?" kata Scott Bidstrip, seorang penulis gay," imbuhnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya