Kenapa cuma akibat galau cinta, remaja gampang membunuh?
Merdeka.com - Ade Sara Angelina Suroto (19) dibunuh secara kejam. Mahasiswi cantik ini dicekik, dipukuli dan disetrum. Mayatnya dibuang di jalan tol.
Pembunuh Ade Sara ternyata mantan kekasihnya, Hafiz. Urusannya sepele, Hafiz kesal karena Ade Sara tak mau dihubungi lagi.
Hafiz lalu mengajak Asifah (19), kekasih barunya membunuh Ade Sara. Cuma gara-gara takut Hafiz kembali pada Ade Sara, Asifah menurut. Dia memancing Ade Sara agar bisa ditemui Hafiz.
Kenapa hanya gara-gara masalah sepele ini remaja gampang membunuh?
"Ini mata rantai yang panjang. Usia 19 masuk pubertas, matang secara biologis, penuh gejolak, tetapi tak diimbangi kematangan emosional. Remaja kita tak diberi pendidikan untuk mematangkan emosi," kata Program Manajer Mitra Citra Remaja, Dian M Mardiana, saat dihubungi merdeka.com, Jumat (7/3).
Dian menjelaskan karena tak mendapat pendidikan moral dari sekolah, keluarga dan lingkungan, maka remaja mencarinya lewat pergaulan. Salah satunya didapat dari sosial media.
"Media sosial itu bagus, bisa positif kalau digunakan dengan baik. Tapi lagi-lagi kan mereka tidak mendapat pendidikan yang baik soal penggunaan media sosial ini," katanya.
Kasus pembunuhan Ade Sara ini seperti fenomena gunung es di Indonesia. Banyak remaja bermasalah yang tidak ditangani pemerintah dengan baik. Tidak ada program konseling atau pengetahuan reproduksi bagi remaja. Padahal di negara Arab saja sudah ada. Di Indonesia masih ditabukan.
"Lihat program-program pemerintah, mana yang sesuai untuk remaja? Mereka berpikir ini sepertinya cocok untuk remaja, tapi gagal menjangkau remaja. Dana kepemudaan akhirnya hanya turun untuk organisasi kepemudaan yang berafiliasi politik," kritik Dian.
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya