Kenang 20 tahun kematian Marsinah, buruh wanita tabur bunga
Merdeka.com - Memperingati 20 tahun kematian Marsinah, buruh PT Catur Putra Surya (CPS), yang tewas dibunuh karena memperjuangkan hak-hak kaum buruh, puluhan aktivis buruh perempuan yang tergabung dalam Aliansi Buruh Jawa Timur, menggelar aksi tabur bunga di area pabrik tempat Marsinah bekerja, yaitu di kawasan Rungkut Industri III, Surabaya.
Menurut para buruh, aksi tabur bunga untuk mengenang perjuangan sang pahlawan buruh, Marsinah di tahun 1993 silam. Sebelum dipindah ke Porong, Sidoarjo dan dibunuh, Marsinah bekerja di industri jam tersebut yang berada di Rungkut Industri.
"Banyak orang yang tidak tahu, kalau Marsinah itu, sebelum dipindah ke Porong, dia bekerja di sini (Rungkut Industri). Kemudian dipindah ke Porong dan dibunuh di sana, karena terlalu lantang bersuara, memperjuangkan nasib kaum buruh," kata koordinator aksi, Tiolina Damiriah di halaman PT CPS, Rabu (8/5).
Namun, lanjut dia, sangat disayangkan, setelah 20 tahun kasus kematian Marsinah, aparat kepolisian belum menuntaskan kasus tersebut. "Untuk itu, kami menuntut agar kasus Marsinah kembali diusut dan polisi segera menghukum pelakunya."
Sementara itu, selain melakukan aksi tabur bunga di halaman perusahaan tempat Marsinah pernah bekerja, para buruh juga menggelar orasi secara bergantian, meski diguyur gerimis. Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan: 'Stop Perbudakan Terhadap Buruh dan Tuntaskan Kasus Marsinah'.
"Kita di sini, selain mengenang kematian Marsinah, kita juga ingin terus berjuang untuk kaum buruh. Untuk itu, kita juga menuntut penghapusan outsourching, hapus perbudakan kaum buruh di negeri ini," teriak salah satu orator.
Buruh-buruh dari kaum hawa ini, juga mengaku sangat apresiatif terhadap tindakan aparat kepolisian yang membongkar kasus perbudakan di Pabrik Panci di Tangerang, Jawa Barat, beberapa hari lalu.
"Ternyata, kasus perbudakan terhadap kaum buruh masih saja terjadi di negeri ini. Untuk itu, kami meminta pemerintah berpihak pada kaum lemah, dan menangkap pelaku-pelaku perbudakan terhadap kaum buruh," teriak sang orator lagi.
Puas berorasi dan usai menyematkan karangan bunga di PT CPS, para buruh kembali ke baraknya masing-masing, untuk melanjutkan aktivitasnya, sekitar pukul 11.15 WIB.
Marsinah adalah aktivis buruh perempuan satu-satunya, yang berani berteriak lantang di massa Orde Baru. Namun sayang, perjuangan Marsinah dibungkam, pada 8 Mei 1993 silam di Porong, Sidoarjo.
Dia disiksa dan dibunuh. Jenazahnya ditemukan di pinggiran hutan di daerah Nganjuk, Jawa Timur. Dan hingga saat ini, pelaku pembunuhan Marsinah belum terungkap. Kasusnya lenyap seperti ditelan bumi. Marsinah dianggap sebagai Pahlawan Buruh, karena perjuangannya yang gigih hingga ajal menjemput. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya