Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kenalkan budaya Indonesia, Ponpes Al Falah gelar pawai budaya nusantara

Kenalkan budaya Indonesia, Ponpes Al Falah gelar pawai budaya nusantara Santri Ponpes Al Falah Kediri pawai budaya nusantara. ©2018 Merdeka.com/Imam Mubarok

Merdeka.com - Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri merupakan contoh yang menerapkan model pesantren Islam Nusantara. Salah satu wujudnya yakni memperkenalkan kebudayaan Indonesia dalam pawai Budaya Nusantara.

Dalam pawai ini, para santri memakai pakaian adat dan menampilkan seni kebudayaan dari daerah asal mereka di hadapan para masayikh dan masyarakat sekitar pesantren.

Pawai Budaya Nusantara ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Setelah itu, tiap-tiap kontingen santri menampilkan kreasi kesenian dari daerah asalnya masing-masing. Mengingat, santri Ponpes Al-Falah berasal dari seluruh daerah di Indonesia.

Mereka memperlihatkan pakaian adat dan keseniannya kepada para pengasuh dan keluarga besar Ponpes Al Falah.

Seperti adat kebudayaan masyarakat Betawi, Jakarta. Santri pertunjukan pakaian khas mereka dan kesenian silat. Kemudian disusul Tari Piring dari Minangkabau, Sumatera Barat. Musik Patrol dari Madura yang ditampilkan santri asal Madura dengan kombinasi tampilan replika dua patung sapi, kesenian khas Madura.

Ada pula jaranan khas Kediri dan Tari Remo Girah oleh kontingen dari Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia atau Lesbumi Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, juga berbagai kesenian lainnya sesuai daerah asal para santri.

Nurul Huda Djazuli, selaku pengasuh Ponpes Al-Falah menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kebudayaan Nusantara kepada santri. Sebab, selain dituntut untuk pandai mengaji, santri juga harus memiliki kreativitas dalam berbagai bidang, termasuk kesenian.

Ditambahkan oleh Gus Dah, sapaan akrab kakak kandung Zainudin Djazuli, Ponpes Al Falah merupakan pondok salafiyah yang tua, tidak merasa tabu dengan kesenian. Namun, justru mendukung pelestarian budaya sebagai upaya untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang terdiri dari berbagai suku dan memiliki ada kebudayaan yang berbeda-beda.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk kepolisian. Menurut Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, Parade Seni ini adalah bentuk kepedulian santri dari berbagai daerah di indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan melalui pelestarian budaya. Selain mengapresiasi, pihaknya juga terbantu dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas dan menitipkan pesan anti beritahoax.

Pawai Budaya Nusantara yang diikuti oleh ribuan santri ini rutin setiap tahun, pada akhir tahun ajaran di pondok. Ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya dengan jumlah peserta jauh lebih banyak yaitu, kurang lebih 3.000 santri. (mdk/fik)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP