Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kenaikan dan penurunan harga elpiji dinilai hanya guyonan

Kenaikan dan penurunan harga elpiji dinilai hanya guyonan tabung elpiji. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Politikus senior PDI Perjuangan Sidarto Danusubroto menilai, keputusan pemerintah menaikkan lalu menurunkan kembali harga gas elpiji adalah sebuah pencitraan. Apalagi ini menjelang Pemilu 2014.

"Saya menilai ini sebagai kayak guyonan akhir tahun," ujar Sidarto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/1).

Seharusnya Pertamina tak perlu menaikkan harga gas elpiji 12 kg. Karena ada desakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono , lantas Pertamina menurunkan harga gas elpiji. "Pokoknya kita tolak kenaikan itu (gas elpiji)," tegasnya.

Sementara Partai Golkar lebih menyoroti soal buruknya koordinasi antar menteri dalam pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono . "Peninjauan kembali atas kenaikan harga elpiji bukti karut marut koordinasi itu. Pengambilan keputusan jalan masing-masing. Hanya memikirkan keuntungan, bukan memikirkan nasib rakyat," ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar Harry Azhar Azis .

Menurut Harry, Pertamina sejatinya adalah BUMN 100 persen sahamnya dimiliki negara. Perusahaan pelat merah itu harus ikut memikirkan nasib rakyat dan bukan semata-mata fokus pada pencarian dan hitung-hitungan keuntungan.

"Pertamina sebagai korporat hanya berpikir fasilitas mewah, untung besar agar gaji untuk direksi miliaran rupiah di saat rakyat miskin makin banyak di Indonesia," ujarnya.

(mdk/has)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP