Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kena razia di Depok, pengendara motor dipaksa buka celana loreng

Kena razia di Depok, pengendara motor dipaksa buka celana loreng Razia TNI. ©2015 merdeka.com/nur fauziah

Merdeka.com - Hari ini Polresta Depok dan Garnisun melakukan razia gabungan. Mereka sempat menghukum seorang pengendara sepeda motor lantaran mengenakan celana loreng, dengan cara diminta dilucuti.

Hukuman itu diberikan oleh petugas Garnisun sedang melakukan operasi gabungan dengan Polresta Depok, di Jalan Margonda, Depok. Saat itu, sang pengendara motor melaju dari arah Depok menuju Jakarta. Begitu melintas di depan Apartemen Taman Melati, pengendara itu disetop.

Awalnya, lelaki itu menyangka kalau hanya dilakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan. Namun begitu diminta melepas celana loreng sedang dikenakan, dia kaget. Pria itu diminta melepas celana loreng karena bukan anggota TNI.

Ketika diminta untuk menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) TNI AD, pria itu tak bisa menunjukkan. Dengan alasan itu petugas dari Garnisun memintanya membuka celana di sebuah gang.

"Dia bukan anggota TNI," kata petugas, Kamis (22/10).

Setelah melepaskan celana, pria itu pun pergi menuju arah Jakarta. Beruntung dia masih memakai celana pendek saat itu. Tanpa banyak basa-basi, pria itu langsung ngacir.

Razia gabungan hari ini setidaknya melibatkan 300 personel gabungan. Operasi dimaksudkan menertibkan pengendara mulai dari surat dan kelengkapan lain seperti helm.

Kasat Lantas Polresta Depok, Komisaris Sutomo mengatakan, dalam Operasi Zebra kali ini, pihaknya akan menyiapkan sebanyak 5.000 surat tilang.

"Kami kerahkan 300 personel, dengan sasaran angkot, pejalan kaki yang menyeberang sembarangan, penertiban kendaraan umum yang menurunkan penumpang sembarang tempat, serta kelengkapan kendaraan roda dua maupun roda empat (motor dan mobil)," kata Sutomo.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP