Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemko PMK Dorong Permainan Rakyat Jadi Bagian dalam Pembangunan Karakter Bangsa

Kemko PMK Dorong Permainan Rakyat Jadi Bagian dalam Pembangunan Karakter Bangsa rapat koordinasi Pembangunan Karakter Melalui Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Permainan tradisional Indonesia perlahan mulai tergeser setelah munculnya era internet dan ponsel pintar. Anak-anak, terutama di perkotaan kini lebih memilih untuk bermain gadget dibanding permainan tradisional seperti petak umpet, kelereng, egrang, lompat tali, layangan, gelasing, gatrik, pletekon, rangku alu, engklek dan meriam bambu.

Asisten Deputi Nilai dan Kreativitas Budaya, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Alfredo Sani mengatakan, Indonesia sendiri tercatat memiliki 2600 permainan tradisional anak-anak. Sayangnya generasi bangsa sekarang lebih tertarik bermain melalui dunia virtual yang terkoneksi lewat internet. Karena itu, permainan rakyat dan olahraga tradisional perlu diperkenalkan kembali secara masif kepada masyarakat luas.

Kata dia, upaya ini dilakukan sebagai Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan bertujuan salah satunya untuk membangun karakter bangsa sebagaimana amanat UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

rapat koordinasi pembangunan karakter melalui pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan

rapat koordinasi Pembangunan Karakter Melalui Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan ©2018 Merdeka.com

"Saat ini kami masih berkoordinasi terkait berbagai kebijakan agar permainan rakyat sebagai salah satu objek pemajuan kebudayaan kembali jaya dan mampu diubah jadi soft power bangsa ini," ucap Alfredo usai memimpin rapat koordinasi Pembangunan Karakter Melalui Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan di Jakarta.

Dalam penjelasan di undang-undang yang telah disebutkan, dijelaskan bahwa permainan rakyat adalah salah satu dari 10 Objek Pembangunan Kebudayaan yang diartikan sebagai berbagai permainan yang didasarkan pada nilai tertentu dan dilakukan oleh kelompok masyarakat secara terus menerus dan diwariskan pada generasi berikutnya, yang bertujuan untuk menghibur diri.

Alfredo menjelaskan bahwa manfaat strategis dalam permainan rakyat adalah sebagai sarana pembangunan karakter karakter bangsa sebagaimana amanat dalam Perpres nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter yang juga turut mendukung implementasi Revolusi Mental.

rapat koordinasi pembangunan karakter melalui pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan

rapat koordinasi Pembangunan Karakter Melalui Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan ©2018 Merdeka.com

"Nilai-nilai penguatan pendidikan karakter seperti jujur, bekerja keras, peduli sosial dan peduli lingkungan akan lebih mudah tertanam bila dimasukkan dalam konsep permainan rakyat yang menghibur dan menyenangkan, dan pastinya lebih nyata dari pada permainan virtual," jelasnya.

Menurut dia, sebagai bagian dari hiburan, objek permainan rakyat nantinya diupayakan jadi pendorong industri pariwisata. Alfredo yakin bila ada sinergi kuat yang melibatkan semua sektor dan dibungkus dengan inovasi baru, 2600 permainan rakyat di Indonesia akan punya pengaruh dalam peningkatan kesejahteraan rakyat karena mampu menarik wisatawan.

rapat koordinasi pembangunan karakter melalui pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan

rapat koordinasi Pembangunan Karakter Melalui Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan ©2018 Merdeka.com

Sementara itu, Guru Besar Antropologi Universitas Hasanudin Makassar, Hamka Naping. Menurutnya, melalui permainan rakyat, pendidikan karakter akan terinternalisasi dengan mudah terserap oleh pemain permainan, baik secara sadar atau tidak sadar.

"Manusia itu Homo Ludens, yakni makhluk yang memainkan permainan, oleh karena itu dengan menyiapkan kebijakan khusus terkait membangkitkan kembali permainan rakyat akan mempermudah dalam mendidik generasi masa depan yang lebih unggul," tutur Hamka yang turut terlibat dalam rapat koordinasi.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP