Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kementerian Agama masih kaji untung rugi sekolah lima hari

Kementerian Agama masih kaji untung rugi sekolah lima hari upacara hari kesaktian pancasila. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Kemenag masih kaji untung rugi sekolah lima hari

Kementerian Agama sedang mengkaji untung rugi dari penerapan sekolah lima hari yang akan diberlakukan mulai tahun ajaran baru 2017-2018. Kemenag juga sedang berkomunikasi dengan Kemendikbud.

"Kita sedang melakukan pembicaraan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan jadi mengenai sekolah lima hari ini," kata Sekjen Kemenag Nur Syam, usai mengahadiri acara Qur'ah Kemenag di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Senin (12/6).

Menurutnya segala aspek akan diperhitungkan, mengingat banyak pihak yang merasa dirugikan jika pada akhirnya wacana tersebut memang direalisasikan. "Saya tahu bahwa ada banyak yang merasa dirugikan terutama adalah madrasah-madrasah takmiliyah kita yang jumlahnya mencapai puluhan ribu di seluruh Indonesia, oleh karena itu hasil diskusi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah mudah-mudahan nanti akan menemukan satu hal yang lebih positif dalam rangka ini," jelasnya.

Meski begitu, Nur Syam menambahkan, sejauh ini belum Kemenag belum membuat keputusan. Untuk sementara, Kemenag akan memberikan kewenangan kepada masing-masing sekolah apakah akan mengikuti kebijakan sekolah 5 hari itu atau tidak sembari menunggu keputusan resmi.

"Tentu opsinya adalah bagi sekolah-sekolah yang siap harus melakukan hal yang bisa dilakukan, terus berproses sampai nanti menemukan solusi yang terbaik," tukasnya.

Nur Syam menambahkan, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) tidak akan terperngaruh jika wacana 5 hari bersekolah direalisasikan.

"Saya rasa tidak, justru kita akan bisa memperkuat. Cara memperluat ya kerjasama dengan pesantren, kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan diniyah takmiliyah, dan sebagainya. Saya rasa masih ada peluang untuk itu," katanya.

Kemenag berharap, kebijakan sekolah 5 hari jangan sampai menganggu program pendidikan yang sudah ada. "Kita berharap begini, bahwa selama ini kan pendidikan agama di sekolah relatif minim, hanya dua jam. Dengan pendidikan takmiliyah ini diharapkan lebih banyak. Tetapi satu hal yang perlu diingat bahwa program ini jangan sampai mematikan lembaga-lembaga pendidikan yang selama ini sudah eksis dalam rangka membina siswa," jelasnya.

"Jadi jangan sampai program yang kita buat itu dalam tanda petik bisa mendegradasi program-program pendidikan agama yang selama ini sudah jalan. Itu yang paling penting," pungkasnya. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP