Kemensos masih temukan fakir miskin yang belum masuk BDT
Merdeka.com - Melalui Direktorat Penanganan Fakir Miskin (PFM), Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar diskusi dengan sejumlah pihak yang tergabung dalam Program Terpadu. Tujuannya, memutakhirkan Basis Data Terpadu (BDT).
Dalam pemaparannya, Sesditjen PFM Kemensos M.O Royani menyebutkan, hingga kini masih ditemukan warga yang dianggap layak mendapatkan bantuan, namun tidak masuk ke dalam daftar BDT. Padahal, BDT menjadi salah satu syarat warga mendapatkan bantuan.
"Jika belum masuk, segera bisa dilakukan pendaftaran melalui mekanisme Pemutakhiran Mandiri Basis Data Terpadu (MPM-BDT) dengan berkoordiansi bersama perangkat desa sampai kabupaten kota," kata Royani dalam keterangan tertulis, Kamis, 27 Juli 2018.
Ke depan, dirinya berharap seluruh stakeholder yang ikut serta dalam Program Peduli memiliki langkah strategis dalam upaya pengintegrasian BDT. Dengan demikian, pembagian bantuan yang dilakukan oleh pemerintah tepat sasaran.
"Baik di tingkat nasional maupun regional atau lokal, terkait dengan proses pengintegrasian database warga marginal dampingan Program Peduli ke dalam BDT Kementerian Sosial," ujar dia.
Diharapkan melalui diskusi tersebut dapat diidentifikasi pelaku BDT di tingkat lokal dan nasional, tahapan kerja yang perlu dilakukan dalam proses pengintegrasian, peluang dan tantangan yang dihadapi, serta kapasitas yang dibutuhkan oleh mitra Program Peduli.
Turut hadir pada acara diskusi tersebut Sekretaris Ditjen PFM, TNP2K, TKPD daerah Istewa Yogya Karta , TKPD Kabupateb Kulon Progo, Idea dan Program Peduli (Yakkum, Satunama, Sigab, Lkis, dan The Asia Foundation).
(mdk/hrs)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya