Kemenkum HAM soal Sukamiskin: Setan banyak di tempat orang berduit
Merdeka.com - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) mengaku kecolongan Gayus Tambunan bisa makan di restoran. Kasus narapidana makan di restoran ini bukan terjadi pada Gayus saja. Beberapa waktu lalu, mantan wali kota Bekasi Mochtar Muhammad juga pernah ketahuan makan di restoran.
Kabiro Humas Kemenkum HAM, Ansarudin mengatakan godaan di lapas Sukamiskin memang sangat besar. Karena yang mengisi lapas tersebut memang orang-orang yang memiliki banyak uang.
"Di situ yang banyak duitnya, di situ banyak godaan setan," kata Ansarudin usai dikonfersi pers di kantor Ditjen Pemasyarakatan Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (22/9).
Dalam kasus Mochtar Muhammad, Kapalas Sukamiskin kala itu dijabat oleh Marselina Budiningsih langsung dicopot. Dia diganti oleh Kapalas yang sekarang yaitu Edy Kurniadi.
Ansarudin menyatakan, godaan setan memang paling banyak terjadi di Sukamiskin. Tempat dimana orang-orang berduit berada.
"Godaan setan paling banyak di situ. Setan paling banyak di tempat orang banyak duit," bebernya.
Ansarudin pun mengakui jika ada pelanggaran prosedur yang dilakukan pengawal Gayus hingga bisa makan di restoran. Saat ini proses sanksi untuk dua sipir itu pun sedang dilakukan.
"Gayus melalui proses sidang sebelum dikeluarkan ijin. Cuma masalahnya itu dia melanggar SOP yg seharusnya dari Lapas Sukamiskin ke Pengadilan Agama Jakarta Utara, upamanya lewat jalur Plumpang segala macem tau-taunya belok kemana, " pungkasnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya