Kemenkes: Stok Vaksin Covid-19 Sisa 2 Juta Dosis
Merdeka.com - Kementerian Kesehatan mencatat, stok vaksin Covid-19 yang tersedia di Indonesia saat ini sebanyak 2 juta dosis. Vaksin ini tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan.
"Saat ini, total semua kita ada 2 juta vaksin," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi kepada merdeka.com, Selasa (11/10).
Nadia mengakui, stok vaksin Covid-19 saat ini terbatas. Bahkan, sejumlah fasilitas kesehatan sudah melaporkan tak ada stok vaksin.
Kemenkes, kata Nadia, sudah melakukan relokasi vaksin Covid-19. Kini, stok vaksin diprioritaskan untuk fasilitas kesehatan yang sangat membutuhkan.
"Sekarang stok yang di dinkes diminta dikonsentrasikan dulu pada yang membutuhkan. Jadi ada prioritisasi," jelasnya.
Stok Vaksin Covid-19 di Palembang Kosong
Vaksinasi Covid-19 di Kota Palembang dihentikan lantaran stok vaksin kosong. Padahal, masih dibutuhkan sekitar 500 ribu dosis dua dan tiga.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Palembang Yudhi Setiawan mengungkapkan, kosongnya stok vaksin sudah terjadi sejak sepekan lalu. Pihaknya mengajukan pasokan dari pemerintah pusat namun belum juga disalurkan.
"Karena itu, vaksinasi kami hentikan sementara waktu sebelum pasokan tiba," ungkap Yudhi, Selasa (11/10).
Dia menjelaskan, sasaran vaksinasi Covid-19 di kota itu sebanyak 1.412.064 orang. Capaian vaksinasi dosis satu 137,6 persen, dosis dua sebanyak 85,6 persen, dan dosis kedua 74,7 persen, sementara dosis ketiga 29,5 persen, dan dosis keempat bagi tenaga kesehatan baru 37.01 persen.
Dia menjelaskan, sasaran vaksinasi Covid-19 di kota itu sebanyak 1.412.064 orang. Capaian vaksinasi dosis satu 137,6 persen, dosis dua sebanyak 85,6 persen, dan dosis kedua 74,7 persen, sementara dosis ketiga 29,5 persen, dan dosis keempat bagi tenaga kesehatan baru 37.01 persen.
"Persentasenya masih sangat rendah, karenanya harus dikejar," ujarnya.
Sejauh ini penyebaran Covid-19 di Palembang masih ada. Hanya saja, jumlahnya tidak sebanyak seperti satu atau dua tahun lalu.
Saat ini, ada 5 sampai 10 kasus penambahan pasien terpapar virus corona harian. Artinya penularan Covid-19 masih dinilai terkendali lantaran protokol kesehatan telah menjadi kebiasaan masyarakat.
"Tapi perlu diwaspadai karena jika disiplin masyarakat kendor, akan memungkinkan terjadi lonjakan kasus," pungkasnya.
(mdk/tin)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya