Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemenkes Ungkap Dampak Jika Target Vaksinasi Covid-19 Tidak Tercapai pada 2022

Kemenkes Ungkap Dampak Jika Target Vaksinasi Covid-19 Tidak Tercapai pada 2022 Vaksinasi Pelajar Tangsel. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengungkap dampak jika vaksinasi di Indonesia tidak mencapai target pada 2022. Target pemerintah, 208.265.720 orang di Indonesia divaksinasi Covid-19 hingga dosis kedua atau lengkap.

"Kita akhirnya tidak bisa seutuhnya membentuk kekebalan kelompok," katanya dalam diskusi virtual, Kamis (11/11).

Saat kekebalan kelompok tidak terbentuk, maka risiko terjadinya kejadian luar biasa (KLB) di Indonesia sangat besar. Terutama, pada daerah-daerah yang belum mencapai taget vaksinasi Covid-19.

"Ini yang tidak kita harapkan," imbuhnya.

Menurut Nadia, Indonesia tidak bisa keluar dari pandemi jika target vaksinasi Covid-19 tidak tercapai. Dengan begitu, harapan Indonesia menuju endemi tidak bisa terwujud.

"Kembali slogannya tidak akan ada yang aman kalau semua orang juga tidak aman. Artinya, kita tidak keluar dari pandemi kalau masih ada target-target sasaran belum mencapai vaksinasi," ucap Nadia.

Data Kementerian Kesehatan hari ini pukul 12.00 WIB, baru 128.147.345 orang atau sekitar 61,53 persen divaksinasi dosis pertama. Sementara vaksinasi dosis kedua baru menyentuh 81.711.099 orang atau setara 39,23 persen.

Harapan Kementerian Kesehatan, target 208.265.720 orang divaksinasi Covid-19 tercapai pada Maret 2022. Sementara untuk akhir 2021, ditargetkan 168 juta orang atau sekitar 80 persen divaksinasi dosis satu dan 124 juta atau 60 persen dosis kedua. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP