Kemenkes: Penularan Cacar Monyet Tidak Secepat Covid-19
Merdeka.com - Kementerian Kesehatan membenarkan virus penyebab cacar monyet atau monkeypox telah bermutasi. Namun, mutasinya tidak sesering Coronavirus penyebab Covid-19.
"Sebetulnya Orthopoxvirus penyebab monkepox virus ini berjenis virus DNA yang lebih jarang bermutasi dibandingkan Coronavirus penyebab Covid-19 yang berjenis RNA," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril kepada merdeka.com, Selasa (28/6).
Syahril mengakui virus penyebab cacar monyet mengalami evolusi yang begitu cepat. Tingkat penularannya pun lebih cepat dibandingkan virus penyebab cacar monyet awal.
"Tingkat penularannya juga lebih cepat daripada yang awal dulu, tapi tidak secepat Coronavirus," ujarnya.
Menurut Syahril, karakteristik lesinya juga berubah. Dulu lesi lebih banyak di wajah dan ekstremitas, sekarang lebih banyak di alat kelamin (penis).
"Tapi tetap kemungkinan menjadi pandemi masih sangat kecil meski perlu diwaspadai," imbuhnya.
Sebelumnya, Syahril memastikan pemerintah terus memantau perkembangan cacar monyet di tingkat global, termasuk di negara tetangga yang sudah mengindentifikasi kasus tersebut.
Di samping itu, pemerintah meningkatkan kewaspadaan di pintu masuk pelaku perjalanan internasional.
"Juga kita sudah menyiapkan pedoman tata laksana dan bagaimana pedoman pemeriksaan laboratorium. Kita lihat perkembangan, sejauh mana kasus ini masuk ke Indonesia," ucapnya.
Belakangan, sempat dilaporkan ada sembilan kasus diduga terjangkit cacar monyet. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan, dipastikan seluruhnya tak terkait monkeypox.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya