Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemenkes Jelaskan Penyebab Hasil PCR Tidak Bisa Lebih Cepat dari 1x24 Jam

Kemenkes Jelaskan Penyebab Hasil PCR Tidak Bisa Lebih Cepat dari 1x24 Jam Pemeriksaan Sampel Tes PCR Covid-19. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir menjelaskan penyebab hasil tes PCR tidak bisa didapatkan lebih cepat dari 1x24 jam. Salah satu faktor penyebab yakni terletak pada jenis mesin yang digunakan.

"Mesin PCR ada dua macam. Ada yang menggunakan TCM, ada yang menggunakan NAR," ungkap dia, dalam konferensi pers, Senin (16/8).

Pemeriksaan dengan TCM, lanjut dia, bisa berlangsung dengan cepat. Sekitar 2 hingga 3 jam, hasil pemeriksaan sudah bisa diperoleh.

"Tapi yang menggunakan PCR umum seperti sekarang banyak digunakan di laboratorium-laboratorium itu memang membutuhkan waktu minimal 8 jam," ujar dia.

Mesin PCR yang umumnya dipakai di laboratorium, lanjut dia harus menunggu kapasitas spesimen penuh lebih dulu. Setelah kapasitas penuh barulah alat bisa digunakan.

"Sampel yang masuk kan tidak bersamaan masuknya. Mungkin ada 5 sampai 6 jam. Ini tentu menunggu waktu di mana sampel itu bisa penuh, baru diputar," terang dia.

Alasan lain, tidak semua daerah memiliki fasilitas laboratorium tes PCR. Karenanya sampel yang sudah diambil harus diantar untuk diperiksa di tempat yang memiliki laboratorium untuk pemeriksaan PCR.

"Ada daerah sampel itu dikirim lebih dulu, dikirim ke laboratorium yang ada mesin PCR. Tentu ini membutuhkan proses pengiriman, saatnya nanti akan terkumpul semua regimen itu baru dilakukan pemutaran. Ini tentu memerlukan waktu," tandasnya.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP