Kemenhub sebut tidak ada kejar target proyek kereta cepat sehingga abai prosedur
Merdeka.com - Kementerian Perhubungan menampik bahwa kecelakaan proyek kereta cepat di Jatinegara, terjadi karena pengabaian prosedur kerja. Direktur Keselamatan Perkeretapian Kementerian Perhubungan, Edi Nursalam mengatakan tidak upaya kejar target dalam pengerjaan proyek ini.
"Tidak ada, SOP tetap dijalani oleh kontraktor. Kita tidak ada istilah mau cepat tidak pakai SOP, tidak ada. SOP tetap jalan," ujar Edi di lokasi kejadian, Minggu (4/2).
Edi menuturkan proyek ini ditargetkan selesai akhir 2018. Menurutnya, saat ini proyek sudah berjalan seperti semestinya.
"Akhir tahun ini selesai, 2018. Untuk segmen ini kan DDT (double double track) sampai cikarang, ini semua ada segmen-segmennya," kata Edi.
Saat ini pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan polisi maupun tim Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Untuk alat sendiri Edi pastikan alat yang mengalami kecelakaan akan dikembalikan ke sedia kala agar proyek tak terhambat.
"Kita harapkan polisi investigasi, supaya tim bekerja dari tim KNKT maupun tim kontraktor.
Sebelumnya, Kasubdit Penyidikan Tindak Pidana Ketenagakerjaan, Kementerian Tenaga Kerja, Agus Subekti yakin bahwa ada prosedur yang dilanggar oleh pihak kontraktor. Namun, dia akan memastikan lebih lanjut ke pihak PT Hutama Karya selaku kontraktor.
"Ini kan ada SOP yang tidak dijalankan kan. Gitu kan? Namanya kecelakaan kerja pasti ada yang dilanggar kan persyaratan-persyaratannya," kata dia saat ditemui di lokasi.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya