Kemenhub sebut permintaan naik pilot AirAsia belum disetujui ATC
Merdeka.com - Kementerian Perhubungan menyatakan pilot pesawat AirAsia kode penerbangan QZ 8501 sempat meminta izin untuk menaikkan posisi pada FL 380. Tetapi, permintaan izin tersebut belum diberikan Air Traffic Center (ATC).
"Pilot diminta standby di level existing sambil menunggu koordinasi kepada ATS di sekitarnya," ujar Plt Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Djoko Murjatmodjo dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (30/12).
Djoko menerangkan izin tersebut belum diberikan lantaran ATC membutuhkan waktu untuk scanning pesawat di sekitar QZ 8501. Ini lantaran pada ketinggian tersebut terdapat beberapa pesawat lain yang melintas.
"ATC Jakarta harus melakukan koordinasi dengan ATC Makassar. ATC tidak diizinkan untuk menaikkan dan menurunkan pesawat yang masih beroperasi di near boundary operation dan ATC Singapura untuk mendapat persetujuan naik FL 380," ungkap Djoko.
Selanjutnya, Djoko menyatakan ATC sampai mengulangi perintah untuk tetap berada di posisi pada pukul 06.14.34 WIB. Ini lantaran terdapat pesawat Garuda Indonesia GA 500 rute Jakarta-Pontianak FL 350 yang segera memotong jalur.
"Namun pilot tidak merespon, tidak ada konfirmasi," katanya.
Bahkan, kata Djoko, ATC Jakarta sempat mengontak sampai delapan kali. Tetapi, sama sekali tidak ada jawaban dari pilot.
"Pukul 06.16.52 pesawat QZ 8501 loss contact, pukul 06.18.00 pesawat loss target," terang Djoko.
Segera setelah pesawat loss target, kata Djoko, ATC Jakarta segera meminta bantuan pesawat di sekitar QZ 8501 untuk membantu komunikasi. Sayangnya, upaya tersebut tidak berhasil.
"Sehingga pada pukul 07.08 ATC Jakarta menyatakan INCERFA (tahap pertama hilang kontak) dan menghubungi BASARNAS," jelasnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya