Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemendikbud prihatin ada anak tak bisa bahasa Indonesia

Kemendikbud prihatin ada anak tak bisa bahasa Indonesia Ilustrasi Inggris. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Dadang Sunendar mengatakan, jangan sampai anak mengalami krisis identitas karena tidak diperkenalkan Bahasa Indonesia.

"Kami tidak ada anti bahasa asing, tapi harus tahu tempat dan waktu penggunaannya. Kami sedih dan prihatin karena dalam beberapa diskusi, ada malah anak yang tidak bisa menggunakan Bahasa Indonesia, padahal lahir dan tinggal di Indonesia," katanya seperti dilansir dari Antara, Rabu (31/10).

Padahal jika tidak bisa menggunakan Bahasa Indonesia, maka anak tersebut seakan tidak memiliki jati diri, memiliki paspor Indonesia tapi tidak berbahasa Indonesia. "Jangan sampai anak tersebut mengalami krisis identitas," imbuh dia.

Dia mengakui, memang ada sebagian kekhawatiran dari orang tua jika anaknya tidak bisa menggunakan bahasa asing. Akan tetapi menurut Dadang, hal tersebut ada waktunya bukan malah digunakan untuk menggantikan bahasa ibu.

Sebagian masyarakat Indonesia masih menganggap bahwa Bahasa Indonesia hanya alat komunikasi saja. "Harus dipahami betul, bahwa Bahasa Indonesia bukan hanya alat komunikasi tetapi perekat kebhinekaan," tegasnya.

Selain itu, Kemendikbud yang berada di bawah naungan Kemenko PMK ini juga berharap agar Bahasa Indonesia menjadi jati diri bangsa dan alat komunikasi antarbudaya di Tanah Air. Jika tanpa kesadaran itu, maka Bahasa Indonesia dengan mudah akan tergerus dari ruang publik.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP