Kemendikbud harus kaji lebih dalam soal gagasan Full day school
Merdeka.com - Anggota Komisi X DPR dari fraksi Hanura Dadang Rusdiana meminta, agar gagasan sekolah sehari penuh (full day school) dikaji kembali secara mendalam dan menyeluruh oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sebab, diyakini jika gagasan itu akan mengubah sejumlah hal yang selama ini sudah menjadi kebiasaan di dunia pendidikan Indonesia.
"Ya tentunya ini perlu pengkajian terlebih dahulu, karena ini mengubah kebiasaan yang selama ini kita lakukan," ujar Dadang saat dihubungi, Rabu (10/8).
Dadang menegaskan jika gagasan full day school ini harus melihat kesiapan para siswa didik dan sejumlah aspek lainnya seperti fasilitas sekolah, tenaga pengajar dan lain sebagainya.
Dirinya juga mengingatkan, agar gagasan yang prediksi dampaknya cukup besar semacam ini jangan terburu-buru diimplementasikan sebelum ada pengkajian dan sarana-prasarana yang mendukung.
"Contohnya, apakah ada tambahan sarana dan prasarana tempat istirahat yang memadai buat siswa. Termasuk fasilitas kantin yang aman bagi kesehatan, dan tentunya uang saku harian yang cukup. Siapa ini yang menjamin semua ini? Sudah siapkah pemerintah sementara ruang belajar saja masih banyak yang rusak," ujar Dadang.
"Kita juga harus inventarisir sekolah yang selama ini masih memiliki 2 shift karena keterbatasan ruang kelas. Masak shift kedua harus belajar sampai tengah malam, kan tidak mungkin," pungkasnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya