Kemendikbud akan Dampingi Sekolah Penggerak Minimal 3 Tahun
Merdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim meluncurkan program sekolah penggerak. Bagi sekolah yang telah mendaftar program ini akan diberikan pendampingan selama minimal tiga tahun.
Mengutip data riset para peneliti, Nadiem mengatakan durasi tiga tahun merupakan waktu ideal untuk memulai melakukan perubahan mutu pendidikan.
"Ini adalah pendampingan yang melekat dengan sekolah ini selama 3 tahun ajaran. Ini adalah waktu di mana waktu minimum bagi kami, menurut riset di dunia ini adalah waktu minimum di mana bisa mengubah budaya pembelajaran di dalam sekolah tersebut dan program ini terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh di Indonesia menjadi sekolah penggerak," ucap Nadiem, Senin (1/2).
Mantan bos Gojek itu menuturkan program sekolah penggerak tidak hanya berasal dari sekolah favorit. Justru, sekolah penggerak didorong dari sekolah-sekolah daerah. Tujuannya, agar peningkatan kualitas mutu pendidikan bisa merata.
"Ini ruang lingkup yang mencakup seluruh kondisi sekolah, jadi kita tidak memilih sekolah sekolah unggulan, karena sukses dari program ini bukan bahwa secara absolut sekolah ini menjadi yang terbaik," jelasnya.
Nadiem menambahkan program sekolah penggerak adalah penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya namun memiliki perbedaan secara metode.
Jika dulu, kata Nadiem, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan minim melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah, di program ini kolaborasi justru diutamakan. Kemudian, Kemendikbud dan Pemda akan melakukan intervensi secara holistik yang menyasar sumber saya manusia, proses pembelajaran, perencanaan belajar, penggunaan teknologi.
"Benar-benar semua variabel ini dikeroyok untuk melakukan transformasi budaya sekolah," kata dia.
Dia menjelaskan sekolah penggerak menjadi harapan di masa depan agar sekolah-sekolah yang belum mengalami peningkatan mutu, berkonsultasi atau bahkan mendapat pendampingan dari sekolah yang telah bergabung dalam program sekolah penggerak. Sebab, dengan program ini Nadiem berpandangan sekolah-sekolah justru saling berkolaborasi meningkatkan mutu pendidikan secara bersama-sama, dibanding saling berkompetisi secara tidak seimbang.
Lagipula, imbuhnya, pendidikan kelas dunia adalah saling berkolaborasi untuk melakukan terobosan-terobosan dalam segala aspek.
"Yang sebenarnya membedakan sistem-sistem pendidikan paling maju di dunia adalah kemampuan berkolaborasi, kemampuan berinovasi antara sekolah, antara kepala sekolah jadi ini adalah fungsi dari program sekolah penggerak kita," ucapnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya