Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemendagri Imbau ASN Tiru Pelayanan Publik di Taiwan hingga Korsel

Kemendagri Imbau ASN Tiru Pelayanan Publik di Taiwan hingga Korsel Plt. Sekretaris Jenderal Suhajar Diantoro. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan transformasi birokrasi menuju organisasi pelayanan publik yang efektif. Para ASN diharapkan dapat meniru keberhasilan implementasi birokrasi di beberapa negara maju dan berkembang, guna mewujudkan birokrasi berkelas dunia.

"Misalnya penerapan birokrasi di Taiwan, Korea Selatan, hingga Singapura," kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Suhajar Diantoro, Kamis (3/3).

Dia mengimbau para ASN diminta agar memperhatikan cara negara-negara tersebut dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurut Suhajar, langkah-langkah tersebut sangat penting.

Sebab, hal ini menjadi perhatian utama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin sebagaimana tercantum di dalam 5 Prioritas Kerja 2019-2024. Adapun 5 prioritas kerja tersebut yakni pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, simplifikasi regulasi, penyederhanaan birokrasi, serta transformasi ekonomi. Menurut Suhajar, langkah ASN dalam mentransformasikan birokrasi selaras dengan prioritas kerja pembangunan SDM dan penyederhanaan regulasi.

"Jadi dari 5 prioritas kerja Bapak Presiden 2019-2024 itu, dua terkait kita," ungkapnya.

Berkaitan dengan itu, dia mengajak para ASN untuk melakukan transformasi dalam melayani masyarakat secara efektif. Upaya ini dinilai bakal memicu terlaksananya rencana prioritas tersebut dengan baik.

Pasalnya, pembangunan SDM berkaitan erat dengan kiprah para ASN. Sementara suksesnya upaya penyederhanaan birokrasi, bergantung pada transformasi yang dilakukan para ASN.

Di lain sisi, Suhajar meminta para ASN memaknai secara baik transformasi birokrasi menuju organisasi pelayanan publik yang efektif. Dia menjelaskan budaya kerja yang tidak sejalan dengan tujuan tersebut bakal menghambat suksesnya rencana prioritas.

Untuk itu, Suhajar mendorong para ASN untuk mengadopsi budaya kerja BerAKHLAK, yakni berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Hal itu seiring pesan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yaitu berharap ASN memiliki integritas.

“Pak Menteri juga menekankan bahwa budaya kerja itu adalah karakter, nilai-nilai, keyakinan, yang tadi intinya integritas. Artinya kalau kita tak mau bahu-membahu membenarkan budaya kerja, sebaik apapun programnya itu, hipotesis banyak pihak, akan begini-begini saja. Kenapa? Karena memang orang-orangnya tak berubah,” tandasnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP