Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemendagri bakal copot Bupati Ogan Ilir karena positif pakai narkoba

Kemendagri bakal copot Bupati Ogan Ilir karena positif pakai narkoba Bupati Ogan Ilir. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Bupati Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan, Ahmad Wazir Noviadi terancam dibebastugaskan sebagai kepala daerah setelah terbukti positif mengonsumsi narkoba jenis sabu usai digerebek petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat dan Pemprov Sumsel pada Minggu (13/3) kemarin. Hal itu sesuai dengan peraturan pemerintah daerah Nomor 23 Tahun 2014 Pasal 65 Ayat 3.

"Semuanya sudah diatur jelas di Undang-undang Pemda. Pada dasarnya dikenakan sanksi," kata Kapuspen Kemendagri Dodi Riatmadji saat dihubungi merdeka.com, Senin (14/3).

Dodi mengatakan, aturan itu menyebutkan sanksi yang diterima para pejabat tengah tersandung hukum mulai dari ringan hingga berat. Sementara untuk kasus yang menyeret Bupati Ovi, lantaran masih menunggu hukum akan dibebaskan tugaskan sebagai kepala daerah.

"Ditahap pertama sejak dia tahap penyelidikan maka dia dilarang melaksanakan tugas sebagai kepala daerah," ujar Dodi.

Namun, sesuai aturan itu pula maka Kemendagri akan memberhentikan sementara Bupati Ovi sebagai kepala daerah dengan posisinya digantikan oleh wakilnya. Dodi menambahkan, diberhentikan sementara itu sembari menunggu proses hukum yang tengah dihadapi Bupati Ovi.

Sebelumnya, Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat dan BNN Provinsi Sumsel meringkus Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Noviadi atau kerap disapa Ovi, pada Minggu (13/3) malam. Ovi ditangkap bersama empat orang rekannya saat tengah asyik pesta narkoba di rumah kediaman orangtuanya yang juga eks Bupati Ogan Ilir, Mawardi Yahya.

Menurut Kabid Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel, AKBP Minal Alkarhi, penggerebekan Ahmad Wazir Noviadi, sudah diagendakan namun menunggu waktu yang tepat. Bahkan, dari informasi yang diterimanya, BNN pusat sebelumnya berencana menggerebek pada saat menjelang pelantikan bupati serentak 7 Februari 2016 lalu di mana saat itu ada dugaan Novi mengonsumsi sabu.

"Waktu jelasnya saya kurang tahu, tapi sudah lama. BNN pusat yang menyelidikinya dari awal," kata Minal, Senin (14/3).

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP