Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemenag Minta Maaf Plt Dirjen Bimas Katolik Diisi Pejabat Beragama Islam

Kemenag Minta Maaf Plt Dirjen Bimas Katolik Diisi Pejabat Beragama Islam Gedung Kemenag. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Agama meminta maaf atas pengangkatan pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Katolik dari unsur pejabat eselon I beragama Islam. Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan mengaku kurang cermat terkait adanya Surat Edaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 2/SEA/1/2019 tentang Kewenangan Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas dalam Aspek Kepegawaian.

Simak pula alkitab online.

Surat Edaran tersebut sebetulnya mengizinkan pejabat Eselon II sebagai Plt Pejabat Eselon I.

"Saya mohon maaf atas semua kekhilafan tersebut," kata M Nur Kholis di Jakarta, Senin (10/2).

Ia mengaku khilaf sehingga memberikan masukan yang keliru kepada Menteri Agama Fachrul Razi dan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi. M Nur Kholis juga mengaku terlalu terpaku pada pertimbangan administrasi keuangan tentang tidak dimungkinkannya rangkap jabatan antara Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM).

"Besok, Selasa, 11 Februari 2020, segera ada surat perintah baru untuk Plt Dirjen Bimas Katolik dan Plt Irjen dari internal unit kerja dengan merujuk kepada SE BKN Nomor 2/SEA/1/2019 tentang Kewenangan Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas dalam Aspek Kepegawaian," ujarnya.

Penunjukkan Plt Dirjen Bimas Katolik menuai polemik karena diisi pejabat beragama Islam bernama Nur Kholis. Menteri Agama Fachrul Razi sempat buka suara soal penunjukkan tersebut.

Fachrul Razi mengatakan kekosongan jabatan Dirjen Bimas Katolik harus diisi pejabat eselon I. Sementara untuk saat ini tidak ada pejabat eselon I yang beragama Katolik.

"Kan selevel, kan ada aturannya. Ya katakanlah nggak boleh jabatan jenderal diisi mayor, nggak boleh diisi selevel cuma itu," ujar Fachrul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/2).

"Tidak ada (pejabat eselon I Katolik)" sambungnya.

Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi juga angkat bicara. Zainut menyebut Nur Kholis diangkat menjadi Plt Dirjen Bimas Katolik untuk menghindari kekosongan jabatan setelah Eusabius Binsasi memasuki masa pensiun.

"Karena Dirjen Bimas Katolik yang sebelumnya Eusabius Binsasi memasuki usia pensiun sejak bulan Juli 2019 lalu, maka agar tidak terjadi kekosongan diangkat pejabat pelaksana tugas (Plt) Sekjen Prof. Dr. Nur Kholis Setiawan sampai ada pejabat yang baru secara definitif," terang Zainut di Jakarta, Senin (10/2).

Dia menuturkan, ini bukan pertama kali Plt Dirjen Bimas Katolik diisi pejabat beragama Islam. Sebelumnya, ada Muhammadiyah Amin yang mengisi kekosongan kursi Plt Dirjen Bimas Katolik.

"Sebelum Pak Nur Kholis bahkan Plt Ditjen Bimas Katolik dijabat oleh Dirjen Bimas Islam Prof. Muhammadiyah Amin, tetapi karena yang bersangkutan sakit akhirnya digantikan oleh Pak Nur Kholis," ujarnya.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP