Kemenag kembangkan program keahlian MA agar lulusan mudah cari kerja
Merdeka.com - Direktur Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Nur Kholis Setiawan mengatakan, pihaknya terus mengembangkan program keahlian atau keterampilan di lingkungan sekolah Madrasah Aliyah (MA). Hingga kini sudah ada 234 MA yang telah mengembangkan berbagai program keterampilan, mulai dari elektro, tata busana, dan otomotif.
"Salah satunya program keterampilan yang telah dikembangkan di MAN 1 Garut. Para siswa bukan hanya mendapat pelajaran biasa, tapi mereka juga harus memilih satu program keterampilan yang ada di sekolah," kata Nur Kholis dalam keterangannya, Jumat (16/12).
Program ini, jelas dia, merupakan salah satu cara untuk menanggulangi permasalahan lulusan MA yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Dengan adanya keterampilan setelah lulus, nantinya para siswa diharapkan memiliki keunggulan seperti siswa SMK dan bisa bersaing saat mencari pekerjaan.
Nur Kholis menambahkan, madrasah keterampilan merupakan percontohan MA yang mengembangkan keunggulan kompetitif di bidang keterampilan atau kejuruan. Untuk mendukung program ini, pihaknya mengalokasikan anggaran dana pengembangan-pengembangan keterampilan di MA tersebut.
"Contohnya di MAN 1 Garut ini kami alokasikan pada 2017 anggaran sebesar Rp 1,5 miliar. Dana itu bisa digunakan untuk membeli peralatan baru. Tadi saya lihat banyak alat yang sudah lama dan memang harus diganti. Biar sesuai dengan perkembangan zaman," terangnya usai meninjau program keterampilan di MAN 1 Garut.
Selain itu, kata dia, Kemenag juga berencana membuka Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) di enam provinsi. Yakni Bolaang Mongondow Sulawesi Utara, Bintuhan Kaur Bengkulu, Rokan Hulu Riau, Aceh Timur Aceh, Samarinda Kalimantan Timur dan Atambua Nusa Tenggara Timur pada 2016 sampai 2018. Hal ini, tegas dia, untuk menjawab tantangan zaman di dunia usaha.
"Pembangunan MAK merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk meningkatkan jumlah sekolah kejuruan demi suksesnya program wajib belajar 12 tahun. MAK dipilih setelah diketahui bahwa banyak siswa yang berhenti sekolah setelah lulus dari madrasah tsanawiyah," tuturnya.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Garut, Yepi Agus Gunardi menyebut jika sekolahnya sudah sejak 1984 mengadakan program keterampilan. Mulai dari otomotif, elektro, dan tata busana.
"Kendalanya itu seperti dari sarana yang ada di sekolah. Selain itu dari sisi regulasi juga agak terhambat. Alhamdulillah sekarang kita juga mendapat dukungan dana untuk revitalisasi. Dana itu akan digunakan untuk update alat. Seperti mesin di program otomotif belum injeksi. Masih mesin yang lama," katanya. (mdk/sho)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya