Kemenag gelar sidang isbat tentukan 1 Dzulhijah 1436 Hijriah
Merdeka.com - Kementerian Agama menggelar sidang isbat untuk menentukan Idul Adha 10 Dzulhijah 1436 Hijriah, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Minggu (13/9) ini. Sidang dipimpin oleh Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Machasin dan Sekretaris Jenderal Kemenag Nur Syam.
Sidang dibuka dengan pemaparan mengenai posisi hilal pada pukul 17.00 WIB. Setelah itu, sidang isbat akan digelar usai salat Maghrib, sekitar pukul 18.30 WIB.
Sedianya sidang dipimpin oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, namun ia sedang pergi ke Arab Saudi terkait musibah di Masjidil Haram. Sidang isbat dilakukan tertutup untuk awak media.
Sidang isbat penetapan 1 Dzulhijjah ini dihadiri oleh pimpinan Ormas Islam, sejumlah ulama, serta beberapa utusan Kedutaan Besar negara sahabat.
Ditemui di lokasi, Wakil Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Ma'rifat Iman mengatakan, Muhammadiyah turut mengikuti sidang isbat walaupun pihaknya telah menetapkan 1 Dzulhijah atau Hari Raya Idul Adha jatuh pada hari Rabu tanggal 23 September 2015.
"Penentuan awal bulan tentang awal bulan Dzulhijah, Muhammadiyah menetapkan sebulan sebelum ramadhan jatuh pada hari besok (Senin). Jadi Senin, tanggal 1 Dzulhijah. Tanggal 10 jatuh pada Rabu 23 September," kata Ma'rifat di Kemenag.
Menurut Ma'rifat, beberapa tahun ke depan Muhammadiyah dan pemerintah akan sama dalam penetapan Hari Raya Idul Fitri. Tetapi untuk Idul Adha, kata dia, ada beberapa hal yang berbeda.
"Bukan karena jangan dikatakan Muhammadiyah selalu beda dengan pemerintah. Yang bedakan kriteria yang ditetapkan Muhammadiyah dan pemerintah berbeda, pemerintah berlandas pada keputusan mabim ketinggian hilal 2 derajat. Muhammadiyah enggak perhatikan berapa derajat yang penting sudah di atas ufuk atau horizon atau 0 derajat lebih," tandasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya