Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemas vaksin palsu, pelaku gunakan botol bekas tak steril

Kemas vaksin palsu, pelaku gunakan botol bekas tak steril Pasutri pelaku pembuat vaksin palsu. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Terbongkarnya sindikat pemalsu vaksin untuk bayi oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri menjadi momok menakutkan di tengah masyarakat. Pasalnya, vaksin tersebut sangat penting bagi bayi.

Atas kasus tersebut, penyidik sudah mengamankan 13 orang dengan peran yang berbeda-beda. Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Agung Setya mengatakan dalam pengemasannya, para pelaku menggunakan sejumlah botol bekas dari rumah sakit.

"Hasil penyidikan untuk mengemas vaksin palsu pelaku menggunakan botol-botol bekas yang dikumpulkan dari rumah sakit," ujar Agung kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (27/6).

Sementara itu, Agung pun mengungkapkan cara bedakan antara vaksin asli dan palsu. Perbedaan terletak pada tub dari rubber tub penutup botol vaksi.

"Vaksin palsu, tub dari rubber tub penutup karetnya itu nampak warnanya lebih suram daripada yang asli dan bentuknya tidak rapi," jelasnya.

"Karena impact dari vaksin tidak tampak. Vaksin palsu atau asli orang diberikan tidak nampak secara langsung. Baru nanti setelah ada kuman yang menyerang karena dia tidak divaksin baru nampak dia terserang itu," tandasnya.

Sebelumnya, terkuaknya kasus praktik peredaran vaksin palsu untuk bayi berawal dari informasi masyarakat dan pemberitaan di media massa mengenai adanya bayi yang meninggal dunia setelah diimunisasi.

"Kasus ini sudah kami selidiki sejak tiga bulan lalu dan sekarang terungkap bahwa peredaran vaksin palsu untuk imunisasi bayi sudah berlangsung selama belasan tahun," jelas Agung.

Berdasarkan informasi awal tersebut, kata Agung, penyidik Bareskrim kemudian mengumpulkan data-data dan fakta di lapangan untuk dijadikan bahan penyelidikan.

Pihaknya menyayangkan adanya temuan kasus ini. Agung mengimbau kepada masyarakat dan pihak-pihak terkait agar lebih peduli terhadap kualitas kesehatan anak-anak.

"Terungkapnya vaksin palsu ini telah meresahkan masyarakat. Kasus ini harus kita berangus hingga ke akar-akarnya," tegasnya.

Laporan reporter Galih Nugroho

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP