Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemarau, Pendangkalan Sungai Musi Hingga 2 Meter

Kemarau, Pendangkalan Sungai Musi Hingga 2 Meter Ilustrasi Kekeringan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Sungai Musi Palembang mengalami pendangkalan hingga 2 meter akibat musim kemarau. Kondisi ini berpengaruh pada debit anak-anak sungai di sekitarnya.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII Palembang Birendrajana mengungkapkan, pendangkalan terjadi dalam kurun waktu Agustus dan September 2020 yang merupakan puncak kemarau tahun ini. Hanya saja, pendangkalan tidak separah tahun lalu yang tercatat di atas dua meter.

"Karena musim kemarau kami pantau Sungai Musi terjadi pendangkalan dua meter, berikut dampaknya dialami seluruh anak sungainya," ungkap Biren, Senin (7/9).

Meski mengalami pendangkalan, sejauh ini belum berpengaruh pada aktivitas pelayaran di Sungai Musi. Hanya saja pembersihan permukaan sungai dari sampah dan tanaman enceng gondok yang dapat mengganggu lalu lintas sungai, terutama kapal kecil seperti speedboat.

"Kapal-kapal masih bisa berlayar, sejauh ini belum dikeluhkan para nahkoda kapal," ujarnya.

Selain Sungai Musi, pendangkalan juga dialami sungai-sungai besar lainnya di Sumsel, seperti Sungai Komering, Sungai Ogan, Sungai Lematang, Sungai Rawas, dan lainnya. Sungai-sungai itu mayoritas menyuplai air ke irigasi untuk persawahan.

"Dangkalnya hampir sama, sekitar dua meter. Kalau lebih dari itu bisa mempengaruhi pertanian," kata dia.

Dikatakan, daerah yang sudah mengalami kekeringan yakni di Kota Lubuklinggau dan Musi Rawas. Dua daerah itu menjadi langganan kekeringan jika musim kemarau tiba karena air sungainya cepat menyusut.

"Kami sudah siapkan alat penyedot air atau pompa untuk atasi kekeringan, tinggal dioperasikan saja," pungkasnya. (mdk/fik)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP