Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemarau Panjang, 5 Waduk dan 41 Embung di Sragen Mengering

Kemarau Panjang, 5 Waduk dan 41 Embung di Sragen Mengering 5 Waduk dan 41 Embung di Sragen Mengering. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Musim hujan yang tak kunjung tiba, membuat 5 waduk dan 41 embung di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, mengering. Ribuan hektare lahan pertanian terancam tak mendapatkan pasokan air.

Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen, Supardi mengatakan, dari total 7 waduk yang ada di Sragen 5 di antaranya dalam kondisi kering. Sedangkan 2 waduk lainnya hanya tinggal menyisakan debit antara 4 hingga 6 persen saja.

"Dari 7 waduk yang kita miliki 5 sudah tidak ada airnya. Yang 2 juga sudah hampir kering," ujar Supardi, Kamis (5/9).

Kelima waduk tersebut adalah, Waduk Botok, Waduk Gembong dan Waduk Kembangan di Kecamatan , Waduk Gebyar di Kecamatan Sambirejo, dan Waduk Brambang di Kecamatan Kedawung.

Sedangkan 2 waduk lainnya, waduk Ketro di Tanon, yang debit airnya hanya 449.800 meter kubik, atau setara dengan 6 persen dari daya tampung. Kemudian Waduk Blimbing di Kecamatan Sambirejo, airnya tinggal 21.914 meter kubik air, atau sekitar 4 persen.

"Meski kondisinya kering, tetapi tidak sampai memicu kegagalan panen. Karena banyak petani yang pakai pompa," jelas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sragen, Ekarini Mumpuni Titilestari.

Menurut dia, datangnya musim kering hampir bersamaan dengan masa panen Musim Tanam (MT) 2. Sehingga banyak warga yang masih bisa bertahan dengan mengandalkan pasokan air dari pompa. Menyikapi kondisi kering saat ini, dia berharap petani lebih bijak dalam menentukan pilihan tanaman. Di antaranya dengan menanam palawija.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP