Kemarau, Karawang krisis air bersih
Merdeka.com - Musim kemarau yang melanda Kabupaten Karawang mulai berdampak terhadap kebutuhan air bersih. Warga sejumlah desa di daerah itu terpaksa harus membeli air bersih dari pedagang air keliling demi memenuhi kebutuhan mereka.
Seperti warga Desa Wargasetra dan Cinta Langgeng di Kecamatan Tegalwaru. Setiap hari warga di daerah ini terpaksa membeli air bersih setelah mata air dan sumur milik mereka mengering.
"Awalnya sumur mengering, sekarang mata air juga sudah mengering. Jadi untuk kebutuhan air bersih terutama untuk memasak dan minum harus beli " kata salah seorang warga, Heni, Rabu (1/8).
Diakui Heni, ia membeli air bersih dari penjual keliling, untuk ukuran 500-1000 liter warga harus merogoh kantong Rp 50.000-Rp 100 ribu.
"Buat kami jadinya berat. Karena kalau hitungan satu bulan bisa mencapai Rp 3 juta," keluh Heni.
Begitu juga dengan warga lainnya yang mengeluhkan sulitnya air bersih ketika kemarau tiba.
"Kalau saya setiap hari beli air untuk memenuhi kebutuhan mandi, memasak, mencuci pakaian sampai mencuci perabotan rumah," ujar Wandi warga Desa Cipurwasari.
"Sehari bisa habis delapan 'kompan' (jerigen), kalau lagi nyuci bisa 12 'kompan'," katanya.
Akibat sulitnya air bersih di wilayah selatan Karawang tersebut sebagian warga menggunakan air parit dengan kondisi air tidak layak. Selain kotor kondisi air juga menyebabkan kulit gatal ketika digunakan untuk mandi.
Sementara informasi yang berhasil dihimpun, sejumlah desa yang sudah terkena dampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini ialah Desa Cipurwasari, Wargasetra dan Desa Cintalanggeng, Kecamatan Tegalwaru. Krisis air bersih juga meluas ke kecamatan seperti Kecamatan Pangkalan.
Meski warga mengaku sudah kesulitan air bersih, namun hingga kini belum ada bantuan air bersih dari Pemerintah Kabupaten Karawang. "Bantuan belum ada, sama sekali belum," Wandi.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya