Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemarahan mantan Kasau Chappy Hakim TNI AU terus dianaktirikan

Kemarahan mantan Kasau Chappy Hakim TNI AU terus dianaktirikan Chappy Hakim. ©lemhannas.go.id

Merdeka.com - Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal (Purn) Chappy Hakim tiba-tiba menjadi perbincangan publik. Dia merasa marah atas sikap pemerintah yang tak melirik anggota TNI AU untuk menduduki jabatan nomor satu di militer.

Kekecewaan itu bukan tanpa alasan, sejak era reformasi, TNI AU hanya sekali mendapatkan jatah. Sedangkan TNI AL sudah dua kali menerima jabatan itu di samping TNI AD.

Tak sampai di sana, kekesalan Chappy juga terjadi ketika pengamanan Bandara Soekarno-Hatta dialihkan kepada Korps Marinir, dan menyulap Lanud Halim Perdanakusuma menjadi bandara komersil. Rasa kecewa itu hanya bisa diungkap Chappy lewat akun Twitternya.

Berikut kemarahan Marsekal Purn Chappy Hakim TNI AU terus dianaktirikan yang dirangkum merdeka.com:

"Negeri ini memang tidak butuh Angkatan Udara"

memang tidak butuh angkatan udara rev3Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Mantan Kepala Staf TNI AU Chappy Hakim marah. Dia merasa selama ini negara tak pernah menghargai peran TNI AU.Masalah yang disorot Chappy Hakim adalah penggantian penjagaan di Bandara Soekarno Hatta, dari Paskhas TNI AU menjadi Marinir TNI AL. Padahal Paskhas TNI AU adalah satuan berkualifikasi lebih tepat untuk menjaga bandara.Kedua, alih fungsi Bandara Halim Perdanakusuma menjadi bandara komersial. Bandara Halim adalah pangkalan udara strategis TNI AU. Di sana ada skadron angkut VIP dan kerap dijadikan markas jet tempur bagi pesawat yang melaksanakan pengawalan ibu kota. Saat ini dengan perubahan menjadi bandara komersial, tentu tugas TNI AU terganggu.Masalah ketiga adalah soal jatah Panglima TNI. Sepanjang sejarah, baru sekali Marsekal TNI AU menjadi Panglima TNI. Dia adalah Marsekal Djoko Suyanto. Selebihnya selalu TNI AD. TNI AL pun baru dua kali kebagian Panglima TNI."Paskhasau di Airport CGK diganti Marinir. Halim untuk penerbangan komersial. Panglima TNI belum tentu AU. Negeri ini memang tidak butuh Angkatan Udara. Bubar saja," tulis Chappy Hakim lewat akun twitternya, Kamis (5/6) malam.

"Lebih baik AU dibubarkan saja"

au dibubarkan saja rev3Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Tak kekesalan Chappy soal minimnya perhatian negara terhadap TNI AU belum selesai. Apalagi, selama puluhan tahun sejak berdiri, jabatan Panglima cuma sekali diisi oleh seorang penerbang, yakni Marsekal (Purn) Djoko Suyanto.Chappy beranggapan, dari pada moral anggota turun karena tak mendapatkan jatah Panglima, maka lebih baik korps ini dibubarkan."Puluhan tahun keberadaan AU tidak dihargai sama sekali di negeri ini. Mungkin memang lebih baik dibubarkan saja daripada terjadi degradasi moral anggotanya," kicau sang Marsekal.Akibat postingan ini, Chappy Hakim menjadi pembicaraan hangat di sosial media dan forum militer.

"Hak prerogatif presiden Panglima TNI cuma buat AD & AL"

presiden panglima tni cuma buat ad al rev3Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai calon tunggal Panglima TNI.Tak semua merasa puas dengan pilihan presiden tersebut. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal (Purn) Chappy Hakim merasa kecewa dengan keputusan itu."Finally we all understand, although it's difficult that 'hak prerogative presiden' means Panglima TNI is belong to AD and AL only! (idiot)," demikian dikutip akun Twitter Chappy, @chappyhakim, Senin (15/6).Sejak era reformasi yang bergulir sejak 1998 lalu, jatah Panglima TNI selalu digilir berdasarkan ketiga matra yang ada, Darat, Laut dan Udara. Jika dirunut, dua periode Panglima sebelumnya dijabat TNI Angkatan Darat dan Laut.Meski kecewa, Chappy meminta agar Korps AU selalu menjaga kehormatannya dengan tidak berebut jabatan. Dia menyebut AU ditinggal sendirian di era pemerintahan Jokowi."Angkatan Udara, jaga selalu kehormatan walau hanya sendirian. AU like Solitary trees, if they grow at all, grow strong. Wish U all the best!""Angkatan Udara, jangan pernah ikut rebutan jabatan, walau anda sendirian! Ingat, solitary trees, if they grow at all, grow strong," tulis Chappy mengutip Winston Churcill."Jauh lebih baik tidak memperoleh jabatan daripada harus merekayasa tafsir ketentuan yang ada dan harus ada upaya mempengaruhi Hak Prerogatif Presiden."

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP