Ke mana negara dalam kasus Miranda?
Merdeka.com - Rumah tak terurus di Jl Ir Soekarno Kel Dapu Dapura, Kec Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, ramai dikunjungi warga. Mereka datang silih berganti untuk memberikan bantuan sekadarnya dan ada juga yang hanya memberikan semangat kepada Miranda, penghuni rumah.
Miranda, gadis berusia 10 tahun yang mengalami keterbelakangan mental sudah dua tahun mengurus ayahnya, Andi Sukri Sondo (55) yang terbaring tak berdaya di tempat tidur akibat stroke. Ibu Miranda pergi karena ada pria lain dan kakaknya sudah tak terdengar lagi kabarnya.
Amri, tetangga Miranda mengaku belum ada tindak yang berarti dari Pemerintah Daerah, apalagi dari Pemerintah Pusat. Dia mengaku baru saja mengantarkan beberapa orang yang tak memperkenalkan diri untuk bertemu dengan Miranda.
"Tadi ada beberapa orang datang, saya pertemukan dengan warga. Mereka tidak memperkenalkan diri dari pemerintah. Saya pertemukan dengan Miranda. Mereka juga tidak membicarakan solusinya. Belakangan warga saya ada yang tahu kalau mereka pegawai Dinas Sosial," ujar Amri kepada merdeka.com, Kamis (27/2).
Dia mengatakan, meski belum dapat perhatian dari pemerintah, namun warga sudah berinisiatif mengumpulkan dana untuk Miranda. Menurut Amri, warga sepakat untuk mengumpulkan dana karena tak ingin bergantung kepada pemerintah.

"Dukungan masyarakat Kendari terus berdatangan. Saldo terakhir Dompet Miranda Rp 12.600.000 yang masuk ke rekening, dan Rp 3.200.000 yang menyerahkan langsung ke Miranda. Total saldo Rp. 15.800.000. Terima kasih buat saudara saudariku yang sudah mengulurkan tangannya untuk Miranda dan ayahnya, semoga Allah SWT memberkati amal baiknya," ujar Amri.
Ketika merdeka.com mencoba menghubungi kantor Kementerian Sosial RI dan Dinas Sosial Kendari, belum respons berarti.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya