Kemacetan di jalan arteri Purwakarta-Bandung dikeluhkan sopir angkot
Merdeka.com - Kemacetan panjang di jalur arteri Purwakarta-Bandung di wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, hingga saat ini belum terurai. Antrean panjang kendaraan tampak mengular.
Dampak kemacetan kini mulai dirasakan para pengemudi angkutan kota di Purwakarta. Bahkan kondisinya dikeluhkan lantaran macet telah menghambat kegiatan usaha mereka.
"Macetnya semakin parah, di jalur kota saja kita bisa terjebak hingga tiga jam," kata salah seorang pengemudi trayek 07 Maracang-Purwakarta kota, Ade Sahroni, Kamis (5/1).
Ade juga menuturkan akibat kemacetan yang melanda Purwakarta, menyebabkan kerugian besar karena biaya untuk bahan bakar secara otomatis membengkak. Selain itu, penghasilan mereka turun drastis hingga tidak bisa menutup biaya setoran.
"Jelas kita rugi, biasanya lima rit sekarang baru dua rit. Kalau angkot semua sudah dirugikan. Biasa Rp 300 ribu. Sekarang untuk beli bensin saja susah," tutur Ade.
Para pengemudi berharap agar kemacetan bisa segera diurai, sehingga aktivitas mereka kembali lancar. "Kita hanya berharap, kemacetan segera berakhir. Kalau begini terus kita hanya mendapat capek saja dari pekerjaan seperti saya sebagai sopir angkot ini," harap Ade.
Kemacetan di jalan arteri Purwakarta-Bandung terjadi sejak dilakukan pengalihan arus untuk kendaraan besar dari Tol Cipularang pasca jembatan Cisomang mengalami retakan dan pergeseran.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya