Keluarga tolak jenazah Pratu Bangkit dimakamkan di TMP Kalibata
Merdeka.com - Keluarga Kisus Budiyono mengharapkan jenazah Prajurit Satu Bangkit Dirgawan (27) yang meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat helikopter di Poso, Sulawesi Tengah, dapat dimakamkan di Cilacap, Jawa Tengah.
"Saat ini masih tarik ulur, tawar-menawar. Kalau kebijakan Panglima TNI memberikan penghargaan kepada anak saya dan seluruh korban pesawat itu mau dimakamkan di Kalibata, saya mengharapkan jenazah dimakamkan di kampung halamannya," kata ayahanda almarhum Bangkit, Kisus Budiyono, di rumah duka Dusun Kedungsari RT02/RW07, Desa Dondong, Kecamatan Kesugihan, Cilacap, Senin (21/3).
Seperti diberitakan Antara. Dia mengaku mengetahui kabar kecelakaan yang menimpa pesawat helikopter TNI Angkatan Darat tersebut, dari berita atau tulisan berjalan di layar televisi pada Minggu (20/3) malam.
Selanjutnya, kata dia, Komandan Skuadron 21/Sena Pondok Cabe menelepon dari Jakarta pada Minggu (20/3), sekitar pukul 20.00 WIB, untuk memberi kabar mengenai kecelakaan tersebut.
"Begitu mendengar kabar tersebut, saya langsung terkejut dan menangis. Istri saya (Faidah, red.) mendengar kabar itu juga langsung menangis," katanya.
Ia mengaku tidak mendapat firasat apapun terkait musibah yang akan dialami anak sulung dari tiga bersaudara itu.
Kendati demikian, dia mengatakan bahwa ibunda korban, Faidah, sempat merasa badannya lemas beberapa jam sebelum menerima kabar tersebut.
Bahkan, kata dia, pada Minggu (20/3), sekitar pukul 11.00 WIB, Bangkit sempat mengirim pesan singkat ke nomor telepon seluler ibundanya.
"Dia memang sangat dekat dengan ibunya. Dalam pesan singkat itu, dia bilang kalau sedang berada di puncak pegunungan Poso bersama teman-temannya," katanya.
Dia mengatakan almarhum Bangkit yang sudah berdinas di Skuadron 21/Sena Pondok Cabe selama enam tahun itu, rencananya bertugas di Poso selama dua bulan dan baru dijalani selama tiga hari.
Sebelum berangkat ke Poso, kata dia, almarhum Bangkit sering pulang ke kampung halamannya di Cilacap.
"Dua bulan sekali dia pulang. Kebetulan dia belum menikah," katanya.
Almarhum Pratu Bangkit Dirgawan merupakan anggota Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) yang menjadi salah satu korban meninggal dalam peristiwa jatuhnya pesawat helikopter di Desa Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Minggu (20/3) sore.
Selain Pratu Bangkit Dirgawan yang bertugas sebagai "avionic", korban lainnya dalam kecelakaan pesawat helikopter itu, yakni Danrem 132 Tadulako Kol Inf Syaiful Anwar, Pejabat Badan Intelijen Negara (BIN) Kol Inf Ontang, Pejabat Bais Kol Inf. Herry, Dandenpom Palu Letkol CPM Teddy, Kapenrem 132 Tadulako Mayor Faqih, dokter Korem Kapten Yanto, Prada Kiki (ajudan danrem), Kapten CPN Agung (pilot), Lettu CPN Wiradi (copilot), Letda CPN Tito (copilot), Sertu Bagus (mekanik), dan Serda Karmin (mekanik).
(mdk/ang)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya