Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Keluarga tak diizinkan besuk korban ledakan di Tanah Abang

Keluarga tak diizinkan besuk korban ledakan di Tanah Abang ledakan bom di tanah abang. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Keluarga Rukam alias Suro (52), korban ledakan di Tanah Abang, Jakarta Pusat, mendatangi Rumah Sakit Polri. Dia dirawat karena mengalami luka parah di bagian wajahnya dan kaki.

Tapi, keluarga yang terdiri dari istri, anak dan cucu tersebut dilarang polisi untuk menjenguk di ruang perawatan.

Titi, putri keempat Suro mengatakan, kedatangan mereka padahal diminta pihak RS Polri. Titi mengaku, ayah kandungnya tersebut sudah menikah kembali dengan perempuan lain setelah bercerai dengan ibu kandungnya.

"Saya belum lihat kondisinya. Saya ditelepon suruh datang ke sini," kata Titi, saat ditemui di RS Polri, Kamis (9/4).

Titi mengaku, tidak mengetahui persis peristiwa ledakan tersebut. Dia pun sudah 15 tahun lamanya tak bertemu dengan Suro setelah ibu dan ayahnya bercerai.

"Saya udah lama enggak ketemu. Ini makanya mau lihat keadaanya," jelas Titi.

Sebelumnya diberitakan, Rabu sore ledakan dari bom bantingan, terjadi di pekarangan rumah kosong di Jl Jatibunder, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Suro dan tiga rekannya yang berada di lokasi kejadian menjadi korban.

Usai terjadi ledakan, polisi menyisir lokasi dan menemukan beberapa alat bukti yang disimpan dalam kantong kresek. Barang bukti tersebut diduga sebagai alat peledak berisi serbuk dan juga paku. Selain itu ada 49 bom bantingan yang juga siap ledak.

"Semalam memang ditemukan 49 bom banting sebesar bola tenis di lokasi kejadian. Tidak ada detonator power," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Martinus Sitompul. (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP