Keluarga syok dengar Rais terkapar di jalan saat teror Sarinah
Merdeka.com - Pria berbaju dan celana panjang hitam, Rais Karna, yang tergeletak di tengah Jalan Thamrin, Jakarta Pusat saat ledakan bom dan penembakan Sarinah akhirnya tewas di RS Abdi Waluyo kemarin, Sabtu (17/1). Rais terkena tembakan tepat di kepala saat teroris melakukan aksi penembakan di sekitar Sarinah dan Stabucks Cafe.
Jasad Rais sudah dipulangkan ke rumah duka di kawasan Bojong Gede, Depok, Jawa Barat. Suasana haru dan duka yang mendalam menyelimuti keluarga Rais di rumah duka.
Istri Rais, Laily Herlina tampak belum bisa menerima apa yang menimpa suaminya itu. Laily bahkan belum berkenan dimintai keterangan tentang suaminya itu.
"Maaf banget yah saya masih belum bisa ngomong apa-apa. Masih merah," kata Laily kepada merdeka.com di kediamannya, Bojong Gede, Bogor, Minggu (17/1).
Jasad Rais telah dimakamkan di Kelurahan Pabuaran, Bogor, pagi tadi. Rais Karna meninggalkan dua orang anak yang masih balita, Siti Attaya Ramadhani (5), Kianu Aprilian rafasha (3) dan seorang istri Laily Herlina yang berprofesi sebagai PNS. Rais merupakan anak kedua dari empat bersaudara.
Kakak pertama dari Rais, Nurmaningsih mengaku ikhlas kejadian yang menimpa adiknya tersebut.
"Kita sih ikhlas yah sudah takdir bisa apa lagi kalau sudah begini," ujar Nurmaningsih.
Nur, mendapat kejadian naas tersebut dari adik keduanya Rahmat yang juga adik dari Rais Karna. Kebetulan keduanya bekerja di tempat yang sama yakni Bangkok Bank.
"Saya pertama kali tahu ada bom dari TV, pas siang saya dikasih kabar sama Rahmat, Rais dibawa sama polisi tapi belum tahu dibawa ke mana," tuturnya.
Dia menceritakan detik-detik Rais bisa terkena tembak di kepala seperti yang dikisahkan saksi mata Rahmat. Saat terdengar bunyi ledakan, Rahmat sempat melihat Rais keluar gedung karena panik. Namun keduanya tidak berkumpul di satu titik bersama.
Tak lama kemudian, Rahmat syok melihat Rais sudah terkapar di jalan dengan luka tembak di kepala. Kemudian dia segera mengabarkan keluarga di rumah.
"Kejadiannya cepat banget," lanjutnya.
Setelah mendapat kabar, istri dari Rais langsung bergegas ke Rumah Sakit Abdi Waluyo. Namun sayangnya nyawa Rais tidak tertolong setelah dilakukan operasi otak di rumah sakit Abdi Waluyo.
"Tahu kabar udah enggak ada sekitar jam setengah 9-an, istri Rais di sana semua keluarga juga di sana," kata dia.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya