Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Keluarga sudah berkurang, tenda korban AirAsia dibongkar

Keluarga sudah berkurang, tenda korban AirAsia dibongkar Tenda keluarga korban AirAsia. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Makin berkurangnya intensitas pihak keluarga korban AirAsia QZ8501 menunggu informasi hasil identifikasi di Polda Jawa Timur, memasuki hari ke 37 ini, Senin (2/2), pihak AirAsia Indonesia membongkar tenda ruang tunggu keluarga yang ada di halaman Mapolda Jawa Timur.

Memang selama satu bulan ini, sejak Posko Crisis Center di Bandara International Juanda Surabaya di Sidoarjo dipindah di Mapolda Jawa Timur, pihak AirAsia mendirikan dua tenda besar di depan Gedung Mahameru Polda Jawa Timur.

Tenda sisi kanan digunakan untuk menggelar konferensi pers, sedangkan yang di sisi kiri digunakan sebagai ruang keluarga. Dan tenda yang ada di sisi kiri Gedung Mahameru inilah yang dibongkar.

Di dalam tenda khusus keluarga korban AirAsia ini, sebelumnya, selain digunakan sebagai ruang tunggu hasil identifikasi Tim Disaster Victim Idetnificatio (DVI), juga digunakan sebagai ruang kebaktian keluarga.

Di tenda ini, juga terdapat beberapa fasilitas, seperti televisi, AC, meja-kursi dan beberapa fasilitas yang dibutuhkan pihak keluarga korban.

Dikatakan Departemen Safety AirAsia Indonesia, Dono B Sukoco, pihaknya tidak ingin memperpanjang sewa tenda, dikarenakan pihak menilai fungsi tenda tersebut saat ini sudah tidak efektif lagi.

"Tendanya sudah dibongkar, dan beberapa pekerja pemilik tenda sudah membongkar dan mengangkut semua barang-barangnya menggunakan mobil pick-up," terang Dono di Mapolda Jawa Timur, Senin (2/2).

Menurut Dono, intensitas keluarga korban AirAsia yang selama ini berada di tenda ruang keluarga itu, makin hari makin berkurang.

"Sehingga kami menilai sudah tidak efisien lagi fungsi tenda ini. Kami memutuskan untuk tidak memperpanjang sewanya hari ini," tandasnya.

Seperti diketahui, hingga hari ke 37 pasca tragedi AirAsia pada 28 Desember 2014 lalu, sudah ada 77 korban yang ditemukan. Dari jumlah itu, 64 korban sudah teridentifikasi.

12 sisanya, sejak hari Minggu kemarin sampai hari ini, belum bisa diidentifikasi Tim DVI karena kondisinya mengalami kurasakan cukup parah. Kemudian, ada satu tambahan jenazah lagi hari ini, yaitu jenazah bayi, sehingga totalnya yang ditemukan sampai hari ini ada 77 korban. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP