Keluarga polisikan kakak kelas yang aniaya Dayan sampai buta
Merdeka.com - Keluarga Dayan Ahmadi, bocah kelas 1 SD di Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah yang dikeroyok dua kakak kelasnya hingga buta, mengaku kecewa terhadap pihak sekolah. Paman korban, Yasir, merasa kesal lantaran pihak sekolah belum bertindak apa-apa soal kasus kekerasan di lingkungan sekolah itu.
Yasir mengaku akan membawa kasus yang menimpa keponakannya itu ke ranah hukum. Dirinya sudah melaporkan kasus penganiayaan Dayan kepada kepolisian.
"Biar ada efek jera kepada sekolahan, ini kan terjadi di sekolahan. Bahkan hingga saat ini pihak sekolahan belum melakukan tindakan apa-apa," kata Yasir kepada merdeka.com di RS Tarakan Jakarta Pusat, Senin (17/11).
Alasan Yasir langsung melaporkan kasus ini kepada polisi agar bisa memberi efek jera bagi pelaku. "Keinginan kami untuk melanjutkan ke proses hukum untuk memberi efek jera lah. Anak-anak kok tindakannya begitu, barbar itu, padahal masih SD," keluhnya.
Hingga kini Dayan masih dirawat di ruang ICU RS Tarakan Jakarta Pusat. Menurut Yasir, besok atau lusa Dayan akan dirujuk ke RSCM Cipto Mangunkusumo untuk langsung melakukan operasi mata.
Dayan Ahmadi (7) mengaku dianiaya oleh dua kakak kelasnya sejak dua bulan lalu di SD Padang Makmur 02, Desa Padang Utama Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Dayan dikeroyok dua kakak kelasnya yang duduk di bangku kelas 4 dan 5 hingga mata kanannya jadi buta.
(mdk/gib)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya