Keluarga Pemuda Tewas di Parkiran Apartemen Peak Residence Surabaya Tolak Autopsi
Merdeka.com - Penyelidikan polisi terkait dengan kasus dugaan bunuh diri di parkiran Apartemen Peak Residence Tunjungan Plaza, terhambat. Sebab, keluarga menolak jenazah diketahui bernama Rafif Misbahuddin (22) itu diautopsi.
Penolakan autopsi oleh keluarga Rafif ini dibenarkan oleh Kanitreskrim Polsek Tegalsari Iptu Abidin. Dia mengatakan, keluarga sudah mengajukan penolakan atas upaya autopsi jenazah korban yang diduga bunuh diri dengan cara terjun dari lantai 9 tersebut.
"Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi," kata Abidin, Kamis (29/11).
Alasannya, keluarga sudah menerima kematian korban yang diduga bunuh diri tersebut. Ia menambahkan, jenazah kini sudah dibawa pulang oleh keluarganya untuk dimakamkan.
Sementara itu, Sugeng, ayah korban, mengakui jika keluarganya menolak untuk dilakukan autopsi. Namun ia enggan menjelaskan alasan penolakannya.
Namun ia sempat bercerita jika sang anak sebenarnya hendak menjalani wisuda di salah satu universitas di Surabaya pada 1 Desember nanti. "Mau wisuda Desember nanti," ujarnya singkat.
Sebelumnya Rafif Misbahuddin (22), warga Jalan Sambi Arum 51-H/10, Sambikerep, Surabaya ditemukan tewas di parkiran Apartemen Peak Residence Tunjungan Plaza pada Kamis (29/11) dini hari. Korban diduga bunuh diri dengan cara terjun dari lantai 9.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya