Keluarga Pastikan Mayat Perempuan di Sungai Musi Mahasiswi PGRI Palembang
Merdeka.com - Mayat wanita yang ditemukan mengapung di Sungai Musi tadi pagi dipastikan bernama Inta Ferin (22), mahasiswi Universitas PGRI Palembang. Keberadaannya tak lagi diketahui sejak dua hari lalu dan dilaporkan keluarga ke polisi sehari kemudian.
Kepastian identitasnya didapat dari keterangan ayah korban, Gatot Marzuki (42), setelah mengecek fisik korban dan pencocokan data dengan dokter forensik. Korban mengenakan baju biru dan celana hitam. Korban memakai cincin perak di jari tangan kanan dan anting-anting emas.
"Iya, benar itu Inta," kata Gatot ketika keluar dari kamar jenazah RS Bhayangkara Palembang, Jumat (1/11).
Sontak, kabar itu membuat keluarga dan rekan-rekan kampus korban tak kuasa menahan tangis. Mereka tak menduga mayat tersebut adalah Inta Ferin. "Untuk pemakaman nantilah dulu," kata dia.
Humas Universitas PGRI Palembang, Mulyadi mengaku tak menyangka salah seorang mahasiswinya justru ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah hilang. Menurut dia, korban terakhir masuk kuliah secara normal pada Rabu (30/1).
"Inta mahasiswi yang rajin, luas pergaulannya, teman-temannya bilang tidak ada masalah apa-apa," ujarnya.Pihak PGRI berencana menggelar doa dan yasinan bersama untuk mengenang almarhumah. Meski baru duduk di semester lima, korban adalah bagian kampus yang berada di kawasan Seberang Ulu Palembang itu.
"Kami mengajak seluruh civitas akademika untuk mendoakan almarhumah dalam gelaran doa dan yasinan bersama," ujarnya.
Diketahui, sesosok mayat wanita ditemukan mengapung di sekitar Pelabuhan Boom Baru Palembang, Jumat (1/11). Kuat dugaan, mayat tersebut adalah Inta Ferin, mahasiswi Universitas PGRI Palembang yang hilang beberapa hari lalu.
Kasat Polair Polresta Palembang Kompol Cahyo Yudo Winarno mengatakan, mayat tersebut pertama kali ditemukan warga yang tengah melintas di sungai. Kondisinya sudah membengkak dan masih mengenakan pakaian lengkap.
"Kami langsung evakuasi ke kamar mayat RS Bhayangkara. Untuk identitasnya belum tahu, jenis kelaminnya perempuan," ungkap Cahyo.
Rekan-rekan kampus korban mendatangi rumah sakit untuk memastikannya. Ayah korban, Gatot Marzuki juga sudah tiba setelah melalui perjalanan sungai dari kampungnya di Jalur 14, Desa Rejosari, Kecamatan Muara Sugihan, Banyuasin.
Inta merupakan mahasiswa semester V Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) jurusan PGSD Universitas PGRI Palembang. Rekan korban, Indah menyebut korban terakhir masuk kuliah pada Rabu (30/10).
"Terakhir ketemu Rabu sore, dia masih kuliah, malam dan Kamis kemarin tidak masuk lagi, tidak tahu kemana, tidak ada kabar," ujarnya.
Indah sempat kaget mendengar cerita warga yang melihat seorang wanita melompat dari Jembatan Musi IV dua hari lalu. Dia khawatir jenazah yang ditemukan hari ini benar-benar temannya.
"Walaupun dugaannya mayat tadi adalah Inta, kami harap bukan dia, kami berharap dia masih hidup," kata dia.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya