Keluarga korban penganiayaan desak cabup Sri Purnomo minta maaf
Merdeka.com - Keluarga korban pengerusakan dan penganiayaan oleh massa kampanye pendukung calon Bupati Sleman Sri Purnomo- Sri Muslimatun, meminta petinggi partai pengusung dan calon bupati meminta maaf. Hal tersebut diungkapkan Setya Winarno, orangtua Fariz yang merupakan korban penganiayaan di Jalan Damai, Sleman.
"Calon yang akan diajukan dari partai yang mereka usung harus meminta maaf. Mereka juga harus mengganti kerugian materil. Kami sudah laporkan kasus ini ke Polisi," kata Winarno saat menggelar konferensi pers, Rabu (25/11).
Dia menjelaskan setelah penganiayaan tersebut, beberapa orang dari parpol pasangan Sri Purnomo- Sri Muslimatun mendatangi kedua korban di RS Jogja Internasional Hospital. Saat perwakilan tersebut datang pihak keluarga mengatakan jika respon mereka sangat lambat.
"Saya katakan anda terlambat, kami sudah lapor polisi. Terus mereka malah menjawab, 'Kalau bapak menempuh itu kami juga siap', malah menantang," terangnya.
Sebelumnya diberitakan, massa kampanye pendukung pasangan calon bupati Sleman, Sri Purnomo-Sri Muslimatun melakukan aksi anarkis. Massa yang menggembor-gemborkan jargon Santun tersebut merusak mobil Yaris warna merah yang dikendarai Fariz dan Ayu di jalan Damai, Minggu (22/11) lalu.
Tidak hanya itu mereka juga menganiaya Fariz dan Ayu hingga dilarikan ke rumah sakit.
Akibat kejadian itu Fariz mengalami 7 jahitan di bagian punggung kanan, tiga jahitan di tangan. Di bibir dalam 4 jahitan dan luka memar di pelipis mata sebelah kanan. Sedangkan Ayu yang terlihat cukup parah. Pukulan di bagian telinga, leher dan kepala belakang membuatnya tidak bisa menengok.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya