Keluarga korban Lion Air JT 610 di Depok berharap ada keajaiban
Merdeka.com - Mahheru (46) pegawai Kementerian Agraria dan Tata Ruang di Pangkal Pinang menjadi korban kecelakaan Lion JT 610. Hingga saat ini, keluarga di Depok, Jawa Barat masih terus menanti kabar bapak dua anak itu.
Kesedihan dan tangis tak terbendung ketika keluarga mengetahui bahwa Mahheru menaiki pesawat yang jatuh di Perairan Karawang Jawa Barat kemarin pagi.
Mahheru pulang ke Jakarta sepekan lalu karena ada tugas dari kantor. Momen itu dia manfaatkan untuk bertemu dengan keluarga. Mahheru dikaruniai dua anak perempuan yaitu Nabila Azzahra dan Sofie.
"Seminggu yang lalu itu ia ke Jakarta ada kerjaan kan, sembari temu kangen sama anak-anak dan istrinya. Lama kok seminggu di sini," kata adik ipar Mahheru, Niken kepada wartawan, Selasa (30/10).
Niken sendiri tahu berita pesawat jatuh dari teman kantornya. Dia sempat tak percaya atas kabar tersebut. Dia pun memastikan kabar itu ke istri Mahheru. "Saya langsung berkemas ke sini (rumah Mahheru) saya pastikan langsung dan saat saya tanyakan istrinya hanya nangis memeluk saya tak menjawab pertanyaan saya," ungkapnya.
Keluarga tak menyangka kalau peristiwa ini bisa menimpanya. Dia pun berharap masih ada keajaiban. "Saat berpelukan, hanya nangis terus dia bilang ke saya 'kenapa mesti ke keluarga saya ya Allah terjadi musibah ini' itu yang selalu diucapkannya," tukasnya.
Istri Mahheru pun kata dia masih syok atas kabar tersebut. Istri dan dua anak Mahheru pun pergi ke RS Polri Kramat Jati. "Saya jemput ponakan saya karena mereka akan dibawa ke Rumah Sakit Polri," tutupnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya