Keluarga jemaah haji diminta waspadai penipuan korban crane jatuh
Merdeka.com - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengimbau keluarga jemaah haji mewaspadai penipuan dengan kedok ada calon haji yang mengalami kecelakaan di Tanah Suci untuk kemudian diminta mengirim uang oleh penipu.
"Jika ada keluarga di Tanah Air yang dihubungi pihak tertentu dan mengabarkan ada anggota keluarga yang sedang menunaikan haji kecelakaan, lalu minta transfer uang itu adalah penipuan," kata PPIH Arab Saudi Hami Mulyawan seperti dikutip Antara, Senin (14/9).
Menurut dia modus penipuan tersebut telah memakan korban keluarga jemaah haji asal Magelang yang diminta mengirim sejumlah uang melalui rekening bank dengan dalih untuk biaya pengobatan, akibat tertimpa crane di Masjidil Haram.
"Karena keluarga di Indonesia panik langsung mengirim uang melalui transfer bank ke rekening penipu yang mengaku sebagai petugas berwenang," ujarnya.
Hami mengatakan, modus penipuan seperti itu sudah keterlaluan karena memanfaatkan musibah dan jemaah haji yang sedang berduka dengan menangguk keuntungan. Sebenarnya model penipuan seperti ini sudah sering namun bagi yang belum tahu informasi akan gampang tertipu.
Sekretaris PPIH Embarkasi Padang Damri Tanjung mengatakan calon haji yang terkena musibah crane biaya pengobatan akan ditanggung oleh penyelenggara dan tidak akan dipungut uang pengobatan.
Dia meminta keluarga waspada dan tidak mudah tertipu pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi ini untuk melakukan penipuan.
Damri juga mengingatkan jemaah haji agar waspada terhadap modus kejahatan di Tanah Suci. "Jangan dikira kalau sudah di Arab Saudi tidak ada kejahatan, jemaah harus waspada apalagi terhadap orang yang tidak dikenal," katanya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya