Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Keluarga ini tega aniaya hingga buang neneknya sendiri

Keluarga ini tega aniaya hingga buang neneknya sendiri Nenek Tetty tinggal di poskamling. ©2015 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Di usia senjanya, nenek-nenek ini harus menerima dan menjalani kehidupan pahit. Mirisnya lagi, sumber kepahitan hidup itu diduga berasal dari keluarganya sendiri.

Keluarga yang seharunya menyayangi, merawat dan memenuhi segala kebutuhan nenek, malah berbuat sebaliknya. Mereka tak segan berperilaku ringan tangan, menganiaya hingga mengusir.

Bahkan ada sang anak yang memilih membela istri, tega mengumpat dan menganiaya ibunya sendiri.

Di ajaran agama manapun, tentu perbuatan seperti ini dilarang. Jangankan menganiaya, berbicara tidak sopan pun pantang diucapkan.

Berikut keluarga yang tega aniaya dan usir neneknya sendiri:

Nenek Tetty diusir dan dipukuli anak perempuannya

diusir dan dipukuli anak perempuannya rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Nenek Tetty (78) tinggal sebatang kara di poskamling Perumahan Griya Rejo Indah PGRI di Dusun Japunan, Desa Danurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.Dengan ukuran bangunan 3 meter x 3 meter tersebut, Nenek Tetty tak bisa berbuat banyak dalam melakukan aktivitas. Terlebih, bangunan beratap seng dan tanpa penutup itu sangat jauh dari kata layak.Bersama dengan sang nenek, terdapat sejumlah bungkusan plastik kresek berikut sebuah kasur yang diikat serta dilapisi tikar."Setiap hari saya tidur di sini. Kasurnya tidak saya pakai karena sayang takut kalau kotor karena atapnya bocor setiap hujan. Kalau mau mandi, buang air dan lainnya, saya ke masjid," ujar Nenek Tetty kepada merdeka.com, Magelang, Sabtu (21/3).Saat muda, Nenek Tetty mengaku pernah menjadi distributor teh dan rokok merek ternama di Kota Magelang, Jawa Tengah.Ketika ditanya alasannya tinggal di poskamling, Tetty secara perlahan dan lirih bercerita sambil meneteskan air mata. Nenek Tetty merasa telah dicampakkan dan diusir oleh anak-anaknya hingga terpaksa tinggal sendiri di poskamling.Nenek Tetty sendiri memiliki empat anak kandung; tiga perempuan dan satu laki-laki. Sedangkan suaminya sudah meninggal sejak belasan tahun lalu."Anak-anak perempuan saya semuanya jahat, hanya anak saya laki-laki yang tidak. Saya maunya tinggal sama anak laki-laki saya," kata Tetty sembari terisak.Latar belakang dirinya sampai tinggal di bekas poskamling tersebut, Tetty mengaku selain terusir dan dicampakkan, juga dianiaya oleh kedua anak perempuannya.

Nenek Salamah dipukuli menantu

dipukuli menantu rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Nenek Salamah (72) ditemukan dalam keadaan lemas serta penuh luka lebam di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk, 14 November 2014.Begitu dibawa ke rumah sakit, nenek Salamah mengaku diturunkan paksa kernet bus AKAS di jalan, karena tidak memiliki uang.Nenek Salamah yang berasal dari Bangkalan, Semolowaru Utara 1/158 B RT/RW 001/001, Kecamatan Sukdilo, Madura, datang ke rumah anaknya yang tinggal di Patih Nambi Denpasar, menengok cucu.Namun selama di Denpasar, dia justru diperlakukan kasar. Nenek Salamah mengaku selalu dipukuli menantunya. Karena tidak tahan, si nenek kabur pulang ke Madura dengan cara masuk ke salah satu bus tanpa berbekal apapun. Cuma sehelai baju, kain dan hijab yang melekat di tubuhnya.

Dipukul dan diusir lantaran dianggap cuma beban

diusir lantaran dianggap cuma beban rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Nasib malang dialami Sarminah (80). Nenek yang tinggal di Kota Medan ini harus menerima kenyataan pahit. Dia dipukul dan diusir oleh anaknya sendiri.Berdasarkan informasi yang dihimpun, penganiayaan yang dialami Sarminah ini terjadi saat dirinya tinggal bersama anak keduanya yang sudah berkeluarga.Selama dua tahun tinggal di sana, sehari-hari Nenek Sarminah selalu diperlakukan tidak baik. Hal itu lantaran suami anaknya yang merasa tidak suka dengan kehadiran Sarminah. Nenek kurus ini dianggap cuma beban hidup.Karena anak keduanya membela sang istri, lantas putranya itu memaki dan menyiksa Nenek Sarminah. Puas dengan itu semua, si anak lantas mengusir Nenek Sarminah.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP